Apakah kamu tahu bahwa portofolio investasimu yang terus bertumbuh bisa jadi belum pernah sekalipun dizakati dengan benar?

Di Ramadan 2026, pemahaman tentang zakat investasi saham, zakat reksa dana, dan cara hitung zakat emas semakin krusial karena jumlah investor ritel Indonesia terus meningkat dan kewajiban syariah ini sering terlewat tanpa disadari.

Mengapa Aset Investasi Wajib Dizakati Menurut Fatwa MUI

Aset investasi termasuk objek zakat karena memenuhi kriteria harta berkembang (al-mal al-nami) yang diakui dalam fikih Islam.

Menurut Majelis Ulama Indonesia (MUI), Fatwa MUI Nomor 3 Tahun 2003 secara eksplisit menyatakan bahwa saham, obligasi syariah, dan instrumen investasi lain wajib dizakati jika telah memenuhi nisab dan haul.

Nisab zakat investasi mengacu pada setara 85 gram emas, dan haul dihitung selama satu tahun hijriah penuh sejak aset pertama kali dimiliki.

Kewajiban ini tidak hanya berlaku pada keuntungan, tetapi juga pada nilai pokok aset dalam kondisi tertentu tergantung jenis instrumennya.

Banyak investor yang keliru mengira bahwa zakat hanya berlaku pada hasil panen atau penghasilan kerja, padahal harta yang diputar untuk menghasilkan keuntungan justru lebih jelas kewajiban zakatnya.

Cara Menghitung Zakat Saham Berdasarkan Kepemilikan dan Keuntungan

Zakat investasi saham dihitung berdasarkan dua pendekatan yang disesuaikan dengan niat kepemilikan saham tersebut.

Saham untuk Diperdagangkan (Trading)

Jika kamu membeli saham dengan niat diperjualbelikan, maka zakat dihitung dari total nilai pasar saham ditambah keuntungan yang diperoleh, lalu dikurangi utang yang berkaitan langsung dengan aset tersebut.

Rumus yang digunakan adalah: (Nilai pasar saham + Dividen + Keuntungan) x 2,5%.

Misalnya, jika nilai total portofoliomu per akhir haul adalah Rp 100.000.000, maka zakat yang wajib dibayarkan adalah Rp 100.000.000 x 2,5% = Rp 2.500.000.

Saham untuk Investasi Jangka Panjang

Jika saham dipegang untuk investasi jangka panjang bukan trading, maka zakat hanya dikenakan pada dividen yang diterima, bukan pada nilai pokok saham itu sendiri.

Dividen yang diterima dihitung seperti penghasilan biasa, yaitu nisabnya setara 653 kg beras dan tarifnya 2,5% untuk penghasilan yang diterima secara kotor.

Pembedaan niat ini penting karena menentukan besaran kewajiban zakatmu secara signifikan.

Cara Menghitung Zakat Reksa Dana dan Obligasi Syariah

Zakat reksa dana dihitung dari nilai aktiva bersih (NAB) yang kamu miliki pada akhir periode haul, bukan dari harga beli awal.

Pendekatan ini berlaku untuk reksa dana saham, reksa dana campuran, dan reksa dana pendapatan tetap syariah karena seluruhnya termasuk harta yang berkembang.

Rumus zakat reksa dana: Total Nilai Unit Penyertaan (NAB per unit x jumlah unit) x 2,5%.

Sebagai contoh, jika kamu memiliki 1.000 unit reksa dana dengan NAB per unit Rp 10.000, maka total nilai aset adalah Rp 10.000.000 dan zakatnya adalah Rp 250.000.

Untuk obligasi syariah atau sukuk, zakat dikenakan atas nilai nominal obligasi ditambah imbal hasil (kupon) yang telah diterima selama satu tahun.

Jika total nilai obligasi dan kupon melampaui nisab setara 85 gram emas, maka kewajiban zakat 2,5% langsung berlaku tanpa pengecualian.

Cara Menghitung Zakat Emas Fisik dan Emas Digital

Cara hitung zakat emas berbeda antara emas fisik yang disimpan dan emas digital yang diperdagangkan di platform investasi.

Zakat Emas Fisik

Emas fisik wajib dizakati jika beratnya mencapai nisab 85 gram dan telah dimiliki selama satu tahun hijriah penuh.

Rumus zakat emas fisik: Berat emas yang dimiliki (gram) x Harga emas per gram saat haul x 2,5%.

Sebagai ilustrasi, jika kamu memiliki 100 gram emas dan harga emas per gram saat ini Rp 1.500.000, maka nilai emas adalah Rp 150.000.000 dan zakatnya Rp 3.750.000.

Perhiasan emas yang dipakai sehari-hari memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama, namun mayoritas ulama kontemporer Indonesia menganjurkan tetap dizakati jika melebihi nisab.

Zakat Emas Digital

Emas digital yang dibeli melalui platform seperti Tokopedia, Pegadaian Digital, atau aplikasi serupa diperlakukan sama seperti emas fisik dalam konteks zakat.

Nilai yang dihitung adalah total gram emas digital yang kamu miliki dikalikan harga spot emas pada saat haul tiba, kemudian dikalikan 2,5%.

Kelebihan emas digital adalah kamu bisa memantau nilainya secara real-time, sehingga penghitungan zakatnya justru lebih mudah dan akurat dibanding emas fisik yang perlu ditimbang ulang.

Langkah Praktis Membayar Zakat Investasi Melalui Platform Resmi OJK

Pembayaran zakat investasi semakin mudah karena tersedia platform resmi yang telah mendapat pengakuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Langkah pertama adalah menghitung total nilai aset investasimu per tanggal haul, mencakup saham, reksa dana, dan emas sesuai metode yang telah dijelaskan di atas.

Langkah kedua adalah memastikan total nilai aset melampaui nisab 85 gram emas, yang di tahun 2026 setara kurang lebih Rp 127.000.000 tergantung harga emas saat itu.

Langkah ketiga adalah memilih lembaga amil zakat (LAZ) atau BAZNAS yang terdaftar resmi, seperti BAZNAS Pusat, Rumah Zakat, Dompet Dhuafa, atau Yatim Mandiri yang semuanya dapat diakses secara digital.

Langkah keempat adalah melakukan pembayaran melalui aplikasi atau website resmi LAZ tersebut, mengisi form jenis zakat sebagai “Zakat Mal” atau “Zakat Investasi”, dan menyimpan bukti pembayaran untuk keperluan pelaporan pajak.

Di Indonesia, zakat yang dibayarkan melalui LAZ resmi dapat menjadi pengurang penghasilan kena pajak (PKP) sesuai Undang-Undang Pajak Penghasilan, sehingga ada manfaat ganda yang bisa kamu peroleh sekaligus.

Jangan tunda kewajiban ini hingga akhir Ramadan karena menghitung aset investasi membutuhkan waktu dan data yang akurat dari platform investasimu.

Kesimpulan

Menunaikan zakat investasi saham, zakat reksa dana, dan zakat emas bukan sekadar kewajiban agama, melainkan juga bentuk keadilan sosial yang terstruktur dalam sistem keuangan syariah.

Hitung nilainya sekarang, tentukan haul yang tepat, dan bayar melalui platform LAZ resmi agar hartamu benar-benar bersih dan berkah di Ramadan 2026.

FAQ

Apakah zakat investasi saham hanya berlaku untuk saham syariah?

Tidak, zakat investasi saham berlaku untuk semua saham yang kamu miliki, baik syariah maupun konvensional, karena objek zakatnya adalah nilai harta yang berkembang bukan jenis instrumennya.

Bagaimana jika nilai investasiku turun di bawah nisab saat haul tiba?

Jika nilai total aset investasimu pada tanggal haul berada di bawah nisab setara 85 gram emas, maka kamu tidak wajib membayar zakat untuk tahun tersebut dan haul dihitung ulang dari awal.

Apakah emas yang masih dalam bentuk cicilan wajib dizakati?

Emas yang masih dalam cicilan umumnya dizakati hanya untuk bagian yang sudah lunas atau dimiliki penuh, sementara sisa utang dapat dikurangkan dari nilai total sebelum dihitung nisabnya.