Mandiri Finansial – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang melawan Iran akan segera berakhir, memicu penurunan harga minyak dunia hingga 6% dari level tertingginya di atas USD 100 per barel.


Key Takeaways:

  • Trump mengklaim kekuatan militer Iran telah dilumpuhkan secara signifikan, termasuk lebih dari 50 kapal angkatan laut dihancurkan.
  • Harga minyak dunia sempat menembus USD 100 per barel sebelum turun 6% setelah sinyal konflik akan segera berakhir.
  • Ancaman Iran terhadap Selat Hormuz masih menjadi faktor risiko yang dipantau pasar energi global.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut dalam konferensi pers di Miami pada Senin (9/3/2026), sembilan hari setelah operasi militer bersama Israel dimulai pada 28 Februari 2026.

Menurut Trump, operasi militer AS-Israel telah mencapai kemajuan besar dalam melumpuhkan kemampuan tempur Iran.

“Kami membuat kemajuan besar untuk menyelesaikan tujuan militer kami,” kata Trump dikutip dari CNBC.

Trump mengklaim lebih dari 50 kapal angkatan laut Iran telah dihancurkan, sementara angkatan udara dan sistem pertahanan udara Iran disebut mengalami kerusakan besar.

“Mereka tidak memiliki kepemimpinan. Semuanya telah dihancurkan,” ujar Trump.

Ketika ditanya apakah perang akan berakhir pekan ini, Trump menjawab tidak, namun menegaskan konflik tersebut akan berakhir sangat segera.

Dampak ke Pasar Energi Global

Harga minyak dunia sebelumnya melonjak tajam hingga melampaui USD 100 per barel atau sekitar Rp 1.650.000 per barel selama akhir pekan, menurut laporan Kompas.com.

Lonjakan tersebut memicu gejolak di pasar keuangan global karena investor khawatir konflik akan mengganggu pasokan energi dunia.

Berdasarkan laporan Tirto.id, harga minyak kemudian turun hingga 6% setelah sinyal dari Trump bahwa konflik akan berakhir lebih cepat dari perkiraan.

Analis minyak dari perusahaan konsultan energi Kpler, Matt Smith, menyatakan bahwa saat ini hanya sedikit kapal komersial yang berani melintasi Selat Hormuz.

Ancaman Selat Hormuz Belum Sepenuhnya Mereda

Seorang pejabat Iran sebelumnya memperingatkan bahwa kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz berisiko diserang, menurut laporan Kompas.com.

Selat Hormuz merupakan jalur utama pengiriman minyak mentah dunia, sehingga gangguan di jalur ini berdampak langsung pada pasokan energi global.

Trump memperingatkan Iran agar tidak menahan pasokan minyak dari pasar global dan mengancam respons militer yang lebih keras.

“Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras sehingga tidak mungkin bagi mereka atau siapa pun yang membantu mereka untuk pulih kembali di wilayah itu,” kata Trump.

Trump juga menyatakan AS masih memiliki opsi serangan tambahan, termasuk terhadap infrastruktur listrik Iran yang hingga kini belum menjadi sasaran.


Referensi:

Featured Image: OpenAI