Mandiri Finansial – Dewan Energi Nasional (DEN) memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.

Anggota DEN M Kholid Syeirazi menyatakan cadangan operasional BBM saat ini bersifat sirkuler dan terus diperbarui oleh Pertamina.


Key Takeaways:

  • Cadangan Pertalite mencapai 28 hari dan Pertamax 29 hari, melampaui angka cadangan operasional standar.
  • Stok 20-23 hari bukan berarti BBM akan habis, melainkan inventory sirkuler yang terus diisi kembali.
  • Indonesia lebih baik dibanding Vietnam (15 hari) dan Laos (10 hari) dalam hal cadangan operasional BBM.

Kholid menjelaskan bahwa cadangan 20-23 hari yang sering disebut merupakan cadangan operasional, bukan batas akhir ketersediaan BBM di pasaran.

Cadangan operasional bersifat dinamis karena Pertamina terus mengisi ulang stok dari produksi domestik maupun impor setiap kali pasokan tersalurkan.

“Begitu ada barang keluar, ada barang yang masuk. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” ujar Kholid dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (8/3/2026), dikutip dari Antara.

Tiga Jenis Cadangan Energi yang Perlu Dipahami

Menurut DEN, terdapat tiga jenis cadangan dalam sistem ketahanan energi nasional, yaitu cadangan strategis, cadangan penyangga energi, dan cadangan operasional.

Cadangan penyangga energi bersifat mandatori dan diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 96 Tahun 2024 tentang Cadangan Penyangga Energi (CPE).

Sementara cadangan operasional disediakan oleh badan usaha seperti Pertamina dan bersifat sirkuler sesuai kebutuhan distribusi harian.

Posisi Indonesia Lebih Baik dari Negara Tetangga

Direktur Eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro menyatakan cadangan operasional BBM Indonesia relatif lebih tinggi dibanding beberapa negara di kawasan.

Menurut Komaidi, Vietnam hanya memiliki cadangan operasional sekitar 15 hari, sementara Laos hanya sekitar 10 hari, berdasarkan keterangannya kepada media, Minggu (8/3/2026).

“Kalau hari ini dijual, Pertamina tentu akan mendatangkan pasokan yang sama bahkan lebih, karena bisnis mereka harus terus berjalan,” ujar Komaidi.

Komaidi menambahkan bahwa Pertamina telah mempersiapkan distribusi BBM secara terstruktur melalui Satgas Ramadan dan Idulfitri di seluruh wilayah Indonesia.

Masyarakat diminta tidak melakukan penimbunan karena tindakan tersebut justru berpotensi mengganggu distribusi dan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian.


Referensi:

Featured Image: OpenAI