Mandiri Finansial – Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei mengguncang pasar keuangan global pada Senin (2/3/2026).

Harga minyak mentah berjangka Brent melonjak hingga 8,88% ke level USD 79,34 per barrel, sementara WTI naik sekitar 8% ke USD 72,38 per barrel, menurut laporan Reuters.


  • Harga minyak naik lebih dari 8% setelah eskalasi konflik AS-Israel-Iran mengganggu jalur pengiriman di Teluk.
  • Emas spot naik 1,72% ke USD 5.368,09 per troy ons, mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat minggu.
  • Bursa saham Asia-Pasifik kompak melemah, dengan Nikkei 225 anjlok hampir 2% dan kontrak berjangka AS turun lebih dari 1%.

Israel melancarkan gelombang serangan baru ke Teheran pada Minggu (1/3/2026), dan Iran membalas dengan rentetan serangan rudal tambahan.

Menurut laporan dari Liputan6.com yang mengutip CNBC, Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi tempur di Iran akan berlanjut setelah tiga personel militer AS tewas.

Sedikitnya tiga kapal tanker mengalami kerusakan di lepas pantai Teluk, dan seorang awak kapal dilaporkan tewas akibat dampak serangan, menurut sumber dan pejabat perkapalan yang dikutip Kompas.com.

Emas dan Saham Pertahanan Jadi Pemenang Sementara

Emas spot tercatat naik 1,72% ke USD 5.368,09 per troy ons pada pukul 07.10 WIB, berdasarkan data yang dilaporkan IDXChannel.

Analis senior Capital.com, Kyle Rodda, menyatakan bahwa kedua pihak memiliki insentif kuat untuk terus meningkatkan serangan, sehingga menciptakan lingkungan yang volatil dan tidak pasti untuk beberapa hari ke depan.

Ia menambahkan bahwa dinamika untuk emas saat ini sangat positif, mengingat meningkatnya ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, dikutip dari Reuters.

Bursa Asia Kompak Tertekan

Indeks Nikkei 225 Jepang turun hampir 2% pada pembukaan perdagangan, sementara indeks Topix melemah 2,1%, menurut laporan dari Liputan6.com.

Indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 0,38%, sedangkan harga berjangka Hang Seng Hong Kong berada di 26.465, di bawah penutupan sebelumnya di 26.630,54.

Di sisi lain, saham-saham sektor pertahanan seperti Mitsubishi Heavy Industries dan Kawasaki Heavy Industries justru naik lebih dari 1% di tengah tekanan pasar yang lebih luas.

Kontrak berjangka Dow Jones Industrial Average turun 517 poin atau 1%, sementara kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq 100 masing-masing melemah lebih dari 1%, menurut data yang dilaporkan Liputan6.com.


Referensi:

Featured Image: OpenAI