Serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu gejolak besar di sektor penerbangan dan keamanan kawasan Timur Tengah secara bersamaan.
Data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium mencatat lebih dari 1.800 penerbangan ke dan dari negara-negara Timur Tengah dibatalkan pada Sabtu waktu setempat.
Sekitar 1.400 penerbangan tambahan dijadwalkan dibatalkan untuk hari Minggu, menurut laporan yang sama.
Flightradar24 melaporkan wilayah udara ditutup di atas Iran, Irak, Kuwait, Bahrain, dan Qatar setelah serangan berlangsung.
Qatar Airways menghentikan sementara seluruh operasinya, sementara Emirates mengumumkan penghentian layanan di Dubai International Airport, salah satu bandara tersibuk di dunia.
Emirates menyatakan keselamatan dan keamanan penumpang serta kru tetap menjadi prioritas utama dalam situasi ini.
Grup Lufthansa menghentikan penerbangan ke Israel, Lebanon, Yordania, Irak, dan Teheran hingga 7 Maret, sementara United Airlines membatalkan layanan ke Tel Aviv hingga 6 Maret dan ke Dubai hingga 4 Maret.
Eskalasi Militer dan Korban Jiwa
Di sisi militer, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan sedikitnya 560 personel militer AS tewas dan luka-luka akibat serangan balasan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Menurut pernyataan IRGC yang dikutip kantor berita Fars pada Senin (2/3/2026), pangkalan militer AS di Bahrain diserang oleh dua rudal balistik dan mengalami kerusakan serius pada pusat komando.
IRGC juga menyebut Iran menargetkan pangkalan angkatan laut AS Ali Al-Salem di Kuwait beserta tiga objek pangkalan Mohammed Al-Ahmad di lokasi yang sama.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei sebagai dampak dari serangan AS dan Israel sebelumnya.
Dampak ke Rute Internasional dan Biaya Operasional
Penutupan wilayah udara memaksa maskapai menempuh rute lebih panjang ke berbagai destinasi sehingga konsumsi bahan bakar dan biaya operasional meningkat signifikan.
Air India menghentikan seluruh penerbangan ke Timur Tengah dan membatalkan rute antara India, Eropa, serta Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Minggu.
Penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Doha berbalik arah di dekat wilayah Spanyol dan kembali ke titik keberangkatan, sebagaimana dilaporkan CNBC.
Kemlu RI turut mengimbau seluruh WNI untuk menunda perjalanan ke kawasan Timur Tengah seiring dengan eskalasi konflik yang masih berlangsung.
Referensi:
- Kompas, Serangan AS dan Israel ke Iran Picu Pembatalan 1.800 Penerbangan. Diakses pada 2 Maret 2026.
- Tirto Ekonomi, 560 Tentara AS Dilaporkan Tewas & Luka Imbas Iran Balas Serangan. Diakses pada 2 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
