Mandiri Finansial – Nilai tukar rupiah menembus level psikologis Rp17.009 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Senin (9/3), melemah 84 poin atau 0,50% dibanding akhir pekan lalu.
Pelemahan ini terjadi bersamaan dengan koreksi tajam IHSG yang sempat turun hampir 5% di awal sesi perdagangan.
—
Key Takeaways:
– Rupiah melemah ke Rp17.009 per dolar AS, level psikologis baru yang belum pernah tertembus sebelumnya
– Konflik geopolitik Timur Tengah dan gangguan Selat Hormuz menjadi pemicu utama gejolak pasar global
– Harga minyak dunia melonjak ke US$117 per barel, berpotensi melebarkan defisit anggaran Indonesia hingga 3,6%
—
Menurut pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi, pelemahan ini didorong kombinasi faktor eksternal dan internal yang membuat sentimen pasar sangat sensitif.
Dari sisi eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas setelah Seyyed Mojtaba Khamenei terpilih sebagai pemimpin baru Iran menggantikan sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei.
Ibrahim menilai pemimpin baru Iran dikenal memiliki pandangan fundamentalis yang berpotensi memperpanjang konflik di kawasan tersebut hingga enam bulan ke depan.
Ketegangan semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menyebut kemungkinan pergantian rezim di Iran, yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik lebih luas.
Selat Hormuz Terganggu, Harga Minyak Melonjak
Gangguan pada Selat Hormuz, jalur distribusi minyak utama dari kawasan Timur Tengah, mendorong sejumlah produsen energi mengurangi kapasitas produksinya.
Dampaknya langsung terasa di pasar komoditas global, dengan harga minyak mentah dunia melonjak hingga US$117 per barel, menurut data yang disampaikan Ibrahim.
Ibrahim memperingatkan lonjakan harga minyak tersebut berpotensi memicu krisis ekonomi global seperti yang terjadi pada 2008.
Tekanan pada Anggaran Negara
Dari sisi domestik, harga minyak yang telah melampaui asumsi pemerintah di level US$92 per barel berpotensi melebarkan defisit anggaran Indonesia.
Ibrahim menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah menginformasikan bahwa defisit anggaran diperkirakan mencapai 3,6% dari PDB.
Mayoritas mata uang Asia juga tertekan, dengan peso Filipina memimpin pelemahan sebesar 1,09% dan baht Thailand merosot 0,86% terhadap dolar AS.
Euro dan poundsterling turut melemah, mencerminkan tekanan global yang meluas di tengah ketidakpastian geopolitik yang belum mereda.
Referensi:
- RRI, Nilai Tukar Rupiah Anjlok, Tembus Rp17.009 per Dolar AS. Diakses pada 9 Maret 2026.
- infobanknews, Rupiah Sempat Tembus Rp17.000 per USD, BI Diminta Prioritaskan Stabilisasi Nilai Tukar. Diakses pada 9 Maret 2026.
- Kompas, Rupiah Nyaris Sentuh Rp 17.000 per Dollar AS, Harga Minyak Melonjak Bikin Pasar Goyah. Diakses pada 9 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
