Kementerian ESDM disebut akan merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) nikel pada Juli 2026, dengan tambahan kuota produksi maksimal 30% dari alokasi yang telah disetujui sebelumnya.
Key Takeaways:
- Revisi RKAB nikel direncanakan pada Juli 2026 dengan tambahan kuota 25%–30%.
- Kebutuhan smelter nikel mencapai 380–400 juta ton, jauh di atas RKAB yang disetujui sebesar 260–270 juta ton.
- Impor dari Filipina hanya mampu menyumbang sekitar 23 juta ton, tidak cukup menutup defisit pasokan dalam negeri.
Asosiasi Penambang Nikel Indonesia (APNI) mengonfirmasi telah berdiskusi langsung dengan Dirjen Minerba Kementerian ESDM terkait rencana revisi tersebut.
Sekretaris Umum APNI Meidy Katrin Lengkey menyebut revisi RKAB dipertimbangkan untuk diajukan pada Juli, setelah diskusi detail dilakukan pada Senin (2/3/2026).
Menurut Meidy, maksimal kenaikan yang akan disetujui berkisar antara 25% hingga 30% dari total RKAB yang telah berjalan.
Konteks angka ini penting karena RKAB nikel yang disetujui untuk 2026 hanya sebesar 260–270 juta ton, sementara kebutuhan smelter nasional mencapai 380–400 juta ton.
Filipina Tidak Bisa Jadi Solusi Tunggal
APNI menilai Indonesia tidak bisa mengandalkan impor bijih nikel dari Filipina untuk menutup selisih kebutuhan smelter nasional.
Sebagian besar pasokan nikel Filipina sudah terikat kontrak dengan China, sehingga volume yang tersedia bagi Indonesia hanya sekitar 22–23 juta ton per tahun.
Angka itu jauh dari cukup untuk menutup defisit yang mencapai lebih dari 100 juta ton antara RKAB yang disetujui dan kebutuhan aktual smelter.
Menurut Meidy, dengan skema revisi RKAB 30%, kombinasi antara RKAB yang direvisi dan impor Filipina diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasokan bijih nikel dalam negeri.
Penurunan produksi nikel Filipina tahun ini semakin mempersempit ruang opsi impor yang selama ini menjadi penyangga kekurangan pasokan domestik.
Revisi RKAB Juli menjadi titik kritis yang menentukan apakah kapasitas produksi smelter nikel nasional dapat beroperasi mendekati optimal sepanjang sisa tahun 2026.
Referensi:
- Bloomberg Technoz, ESDM Disebut Mau Revisi RKAB Nikel pada Juli, Tambah Kuota 30%. Diakses pada 3 Maret 2026.
- Bloomberg Technoz, RI Pangkas RKAB Nikel, Filipina Cuma Bisa Bantu Pasok 23 Juta Ton. Diakses pada 3 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
