Harga emas dunia berpeluang melanjutkan penguatan pada pekan ini setelah ditutup di level US$ 5.171 per ons troi pada Sabtu (7/3/2026).


Key Takeaways:

  • Dupoin Futures memproyeksikan harga emas dunia bisa menguji resistance di US$ 5.400 per ons troi pekan ini.
  • Harga emas Antam berpotensi naik ke Rp 3,15 juta per gram jika penguatan berlanjut dalam satu minggu ke depan.
  • Faktor penentu utama adalah eskalasi konflik Iran-AS-Israel, arah kebijakan Fed, dan pergerakan indeks dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas tercatat di US$ 5.171 per ons troi saat pasar tutup akhir pekan lalu.

Analis Dupoin Futures Andy Nugraha menyebut ketegangan geopolitik di Timur Tengah sebagai pendorong utama penguatan emas saat ini.

Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai terus meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven secara global.

Menurut Andy, emas secara historis menjadi pilihan utama investor saat pasar keuangan berada dalam kondisi tidak stabil akibat ketegangan geopolitik.

Dupoin Futures memproyeksikan harga emas dunia berpotensi menguji level resistance di sekitar US$ 5.400 per ons troi pada perdagangan pekan depan.

Andy menambahkan level tersebut menjadi area krusial untuk menentukan apakah tren kenaikan akan berlanjut atau memasuki fase konsolidasi lebih panjang.

Proyeksi Emas Antam dan Skenario Koreksi

Di pasar domestik, harga emas Antam pada Sabtu (7/3/2026) tercatat naik Rp 35.000 menjadi Rp 3,059 juta per gram berdasarkan data dari laman Logam Mulia.

Pengamat komoditas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas Antam berpotensi naik ke Rp 3,15 juta per gram jika resistance kedua dunia di US$ 5.395 tertembus dalam sepekan.

Sebaliknya, jika harga dunia turun ke support pertama di US$ 5.095, Ibrahim memperkirakan emas Antam akan berada di kisaran Rp 3,030 juta per gram.

Ibrahim juga menyoroti pergerakan indeks dolar AS (DXY) yang diperkirakan bergerak pada support 97,60 dan resistance 99,30 dalam sepekan ke depan.

Faktor yang Perlu Dicermati Investor

Andy menyarankan investor mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve sebagai salah satu variabel penentu pergerakan emas jangka pendek.

Jika pasar memperkirakan pelonggaran moneter dari Fed, harga emas berpotensi kembali menguat secara signifikan.

Namun Andy memperingatkan bahwa jika harga emas menembus level kunci di US$ 4.630, tekanan jual bisa mendorong harga turun menuju area support di US$ 4.415 per ons troi.

Rekor tertinggi sepanjang masa emas Antam sebelumnya tercatat pada Kamis (29/1/2026) di level Rp 3,168 juta per gram, angka yang masih menjadi acuan teknikal saat ini.


Referensi:

Featured Image: OpenAI