Panitia Seleksi Anggota Dewan Komisioner OJK resmi mengumumkan 20 nama yang lolos tahap seleksi administratif pada Rabu (4/3/2026).

Pengumuman ini tertuang dalam Pengumuman Nomor PENG-2/PANSEL-DKOJK/2026 yang ditandatangani Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Panitia Seleksi.


Key Takeaways:

  • 20 nama lolos dari kalangan profesional Kemenkeu, BI, LPS, OJK, hingga Danantara Indonesia.
  • Tahapan selanjutnya mencakup pemeriksaan kesehatan, asesmen, hingga wawancara mulai 9 Maret 2026.
  • Masyarakat dapat memberikan masukan soal rekam jejak calon hingga 26 Maret 2026 melalui laman resmi seleksi.

Para calon yang lolos berasal dari berbagai lembaga keuangan strategis, termasuk petahana dari OJK dan perwakilan dari Danantara Indonesia.

Menurut laporan Kompas.com, keputusan Pansel bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat untuk tahap administratif ini.

“Keputusan Panitia Seleksi bersifat final, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat,” demikian bunyi pengumuman resmi yang dikutip dari laman Pansel.

Tahapan Selanjutnya Dimulai Pekan Ini

Seluruh peserta yang lolos wajib mengikuti pemeriksaan kesehatan pada Senin (9/3/2026).

Tahap asesmen dijadwalkan berlangsung pada Selasa (10/3/2026) atau Rabu (11/3/2026), tergantung jadwal masing-masing peserta.

Proses seleksi kemudian dilanjutkan dengan wawancara pada Rabu (25/3/2026) dan Kamis (26/3/2026).

Menurut Kompas.com, peserta yang tidak mengikuti salah satu dari tiga tahapan tersebut dinyatakan gugur secara otomatis.

Publik Diberi Ruang Memberikan Masukan

Pansel membuka partisipasi publik untuk menyampaikan informasi terkait integritas dan rekam jejak para calon komisioner.

Masukan dapat disampaikan melalui laman resmi seleksi di https://seleksi-dkojk.kemenkeu.go.id pada menu Aspirasi.

Berdasarkan laporan Bloomberg Technoz, periode penyampaian masukan berlangsung mulai 4 Maret hingga 26 Maret 2026 pukul 23.59 WIB.

Langkah ini menandai babak penting dalam proses regenerasi kepemimpinan OJK yang akan memengaruhi arah pengawasan sektor jasa keuangan ke depan.


Referensi:

Featured Image: OpenAI