Mandiri Finansial – Nvidia resmi berinvestasi di Thinking Machines Lab, startup kecerdasan buatan yang didirikan mantan eksekutif OpenAI, Mira Murati, sekaligus menyepakati kemitraan strategis multitahun untuk pasokan chip generasi berikutnya.
Key Takeaways:
- Nvidia akan memasok chip Vera Rubin dengan kapasitas setara 1 gigawatt ke Thinking Machines Lab mulai awal 2027.
- Deal ini termasuk salah satu komitmen infrastruktur AI terbesar yang pernah diungkap secara publik.
- Kemitraan ini memperkuat posisi Nvidia sebagai tulang punggung infrastruktur AI skala enterprise global.
Menurut laporan Bloomberg yang terbit Selasa (10/03), Nvidia akan memasok chip akselerator Vera Rubin miliknya kepada Thinking Machines Lab untuk membantu melatih dan menjalankan model-model AI startup tersebut.
Vera Rubin adalah platform akselerator AI generasi berikutnya dari Nvidia yang dirancang khusus untuk beban kerja paralel masif dalam pelatihan model frontier.
Berdasarkan pernyataan resmi kedua perusahaan, kapasitas komputasi yang akan dikerahkan mencapai setidaknya 1 gigawatt, setara dengan kebutuhan energi sekitar 750.000 rumah tangga.
Menurut laporan TechBuzz AI, skala 1 gigawatt tersebut 20 hingga 50 kali lebih besar dibandingkan pusat data besar pada umumnya yang beroperasi di kisaran puluhan megawatt.
Target Deployment Awal 2027
Chip Vera Rubin dijadwalkan mulai digunakan oleh Thinking Machines Lab pada awal tahun 2027, sesuai dengan perjanjian multitahun yang telah disepakati kedua pihak.
Thinking Machines Lab berencana memanfaatkan kapasitas komputasi skala besar ini untuk mengembangkan platform AI yang dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan klien korporat.
Segmen enterprise yang menginginkan model AI khusus di luar solusi siap pakai menjadi target utama bisnis Thinking Machines Lab ke depan.
Posisi Nvidia di Persaingan Infrastruktur AI
Menurut TechBuzz AI, deal ini menempatkan platform Vera Rubin sebagai pondasi utama pengembangan model AI frontier berskala enterprise secara global.
Kemitraan ini juga mencerminkan intensitas persaingan di antara lab-lab AI yang berlomba mengamankan akses ke perangkat keras mutakhir sebagai keunggulan kompetitif jangka panjang.
Thinking Machines Lab sendiri didirikan Mira Murati setelah sebelumnya menjabat sebagai Chief Technology Officer di OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT.
Referensi:
- Sumber, Nvidia Invests In Mira Murati’s AI Startup Thinking Machines. Diakses pada 10 Maret 2026.
- Bloomberg, Nvidia (NVDA) to Invest in Mira Murati’s Thinking Machines Lab and Supply Chips. Diakses pada 10 Maret 2026.
- Tech Buzz, Nvidia Inks Gigawatt AI Deal with Thinking Machines Lab. Diakses pada 10 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
