Mandiri Finansial – Eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat memicu gelombang risk-off di pasar keuangan global, menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sekaligus mendorong harga komoditas energi dan logam mulia ke zona penguatan.


Key Takeaways:

  • Harga emas menguat lebih dari 1% dan minyak WTI serta Brent melonjak hampir 3% akibat kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz.
  • IHSG berpotensi menguji support di level 8.133 dan area psikologis 8.000 jika capital outflow dan inflasi impor terus menekan pasar.
  • Saham sektor komoditas seperti MDKA, ANTM, ELSA, dan ENRG dinilai berpeluang positif di tengah volatilitas harga energi global.

Menurut Hendra Wardana, Founder Republik Investor, konflik ini bukan lagi sekadar isu geopolitik regional melainkan telah masuk ke ranah risiko ekonomi global.

Investor global merespons dengan pola risk-off dan cenderung mengalihkan dana ke aset safe haven seperti emas dan obligasi negara maju.

Berdasarkan data yang dikutip Kompas.com, harga emas menguat lebih dari 1%, sementara minyak mentah WTI dan Brent melonjak hampir 3% per Minggu (1/3/2026).

Kenaikan harga energi ini dipicu kekhawatiran terganggunya pasokan dari Selat Hormuz, jalur yang menampung sekitar 30% perdagangan minyak global.

Dua Tekanan Utama bagi IHSG

Hendra menjelaskan bahwa tekanan terhadap IHSG dapat datang dari dua sisi secara bersamaan.

Pertama, potensi capital outflow karena investor asing mengurangi eksposur di pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Kedua, risiko inflasi impor akibat lonjakan harga energi yang langsung meningkatkan biaya produksi emiten domestik dan menekan margin laba.

Dalam skenario harga minyak yang bertahan tinggi, IHSG berpotensi melemah dan menguji support di level 8.133, dengan area psikologis 8.000 sebagai support berikutnya, sementara resistance terdekat berada di kisaran 8.300.

Peluang di Sektor Komoditas

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham sektor komoditas justru dinilai berpeluang mencatatkan penguatan.

Hendra merekomendasikan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sebagai trading buy dengan target harga Rp 3.900 dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dengan target Rp 4.500.

Untuk sektor energi, PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) masing-masing direkomendasikan trading buy dengan target Rp 900 dan Rp 1.900.

PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) masuk dalam kategori speculative buy dengan target Rp 1.400, sedangkan PT Soechi Lines Tbk (SOCI) dinilai menarik sebagai trading buy dengan target Rp 750 seiring meningkatnya tarif pengangkutan energi.

Dampak konflik tidak hanya terasa di pasar saham karena penutupan wilayah udara di Timur Tengah per 28 Februari 2026 juga memicu pembatalan sejumlah penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta, termasuk rute Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, dan Garuda Indonesia tujuan Abu Dhabi, Doha, dan Dubai.


Referensi:

Featured Image: OpenAI