Mandiri Finansial – Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah Presiden Donald Trump mengonfirmasi kematian pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pada Minggu (1/3/2026).

Trump menyatakan serangan terhadap Iran akan terus berlanjut hingga tujuan AS tercapai, menurut laporan Bloomberg.

Komando Pusat militer AS mengumumkan tiga anggota militer AS tewas dan lima lainnya mengalami luka parah dalam operasi tersebut.


Key Takeaways:

  • Konflik AS-Iran berpotensi memicu kenaikan harga minyak mentah global dan harga BBM domestik.
  • Lebih dari 400 penerbangan Emirates dan Qatar Airways dibatalkan, mengganggu rantai logistik internasional.
  • Pemerintah Indonesia masih dalam posisi memantau situasi sebelum mengambil kebijakan lanjutan.

Di sisi lain, setidaknya satu pejabat tinggi Teheran disebut berupaya memulai kembali perundingan nuklir dengan AS, menurut laporan Bloomberg.

Situasi ini menciptakan ketidakpastian ganda antara eskalasi militer dan kemungkinan jalur diplomatik yang belum pasti.

Dampak ke Pasokan Energi dan Logistik Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut gangguan pasokan minyak menjadi efek awal yang paling nyata dari konflik ini.

“Pertama yang terganggu kan pasti supply minyak, yang kedua transportasi logistik, dan yang ketiga tentunya kita melihat turisme akan sangat terganggu,” ujar Airlangga di kantornya, Jakarta, Senin (2/3/2026).

Airlangga menambahkan bahwa gangguan pada jalur distribusi minyak strategis berpotensi memicu kenaikan harga minyak mentah global.

Kenaikan ini dapat langsung berimbas pada harga bahan bakar di dalam negeri jika berlangsung berkepanjangan.

Namun, Airlangga mencatat bahwa pasokan dari AS dan peningkatan kapasitas OPEC dapat menjadi penyeimbang tekanan harga tersebut.

Industri Penerbangan Global Ikut Terguncang

Dampak konflik juga terasa langsung di sektor penerbangan internasional setelah penutupan bandara di sejumlah wilayah Timur Tengah.

Emirates Airline dan Qatar Airways membatalkan lebih dari 400 penerbangan sejak Minggu pukul 22.00 waktu New York, menurut laporan Bloomberg.

Bandara Dubai International membatalkan lebih dari 600 penerbangan ke luar negeri, menjadikannya salah satu yang paling terdampak secara operasional.

Maskapai India IndiGo yang melayani rute Dubai, Jeddah, dan Doha juga masuk dalam daftar maskapai di luar Timur Tengah yang paling merasakan dampaknya.

Pemerintah Indonesia saat ini masih dalam posisi memantau perkembangan situasi sebelum mengambil langkah kebijakan lanjutan.


Referensi:

Featured Image: OpenAI