Mandiri Finansial – Militer Israel mengumumkan gelombang baru serangan udara besar-besaran yang menargetkan sejumlah infrastruktur di Teheran pada Jumat (6/3/2026).
Dalam pernyataan resminya, militer Israel menyebut pesawat-pesawat tempur sedang melancarkan serangan luas terhadap berbagai fasilitas di ibu kota Iran tersebut.
Key Takeaways:
- Israel meluncurkan gelombang baru serangan udara ke Teheran dan Isfahan pada Jumat (6/3/2026).
- Indonesia memiliki cadangan pangan setara 324 hari, dengan stok beras Bulog mencapai 3,7 juta ton.
- Ketua DEN Luhut memperkirakan konflik AS-Israel vs Iran berlangsung lebih dari satu bulan.
Koresponden Al Jazeera di Teheran melaporkan suara pesawat tempur dan ledakan terdengar jelas di langit ibu kota Iran pada dini hari Jumat (6/3/2026).
Menurut Iranian Students News Agency (ISNA), wilayah timur Teheran termasuk area yang paling terdampak dari serangan udara tersebut.
Layanan berita Voice of America Farsi juga melaporkan adanya ledakan di pusat kota Isfahan pada Jumat dini hari yang sama.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran terkait jumlah korban maupun kerusakan akibat serangan tersebut.
Respons Indonesia terhadap Eskalasi Konflik
Di tengah memanasnya situasi geopolitik, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan pangan nasional masih cukup untuk 324 hari ke depan.
Menurut Amran dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (6/3/2026), stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog saat ini mencapai 3,7 juta ton.
Stok beras di sektor hotel, restoran, dan katering (Horeka) tercatat mencapai 12 juta ton, ditambah standing crop yang sedang dalam proses sebesar 10 hingga 11 juta ton.
Amran menambahkan bahwa proses produksi pertanian terus berjalan dengan proyeksi output antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton.
Proyeksi Durasi Konflik dan Risiko Energi
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan konflik ini tidak akan selesai dalam empat minggu atau satu bulan ke depan.
Luhut menyampaikan perkiraan itu melalui unggahan Instagram pribadinya pada Kamis (5/3/2026), dengan catatan durasi bisa lebih panjang jika operasi pergantian rezim di Iran gagal.
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran telah mengganggu perdagangan minyak global dan memberikan tekanan pada kondisi ekonomi serta energi di banyak negara.
Referensi:
- Tirto Ekonomi, Israel Umumkan Gelombang Baru Serangan Besar ke Teheran Iran. Diakses pada 6 Maret 2026.
- Kompas, Perang AS-Israel Vs Iran, Amran: Cadangan Pangan RI Tersedia untuk 324 Hari. Diakses pada 6 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
