Mandiri Finansial – Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa konflik yang terus berlanjut berpotensi melumpuhkan produksi dan ekspor minyak negaranya secara total.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik akibat konflik yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran.
Key Takeaways:
- Ketua Parlemen Iran memperingatkan perang bisa menghentikan produksi dan ekspor minyak Iran sepenuhnya.
- Gangguan di jalur Selat Hormuz berpotensi memengaruhi pasar energi global secara lebih luas.
- Pupuk Indonesia memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman karena bahan baku utama berasal dari dalam negeri dan luar kawasan konflik.
Ghalibaf menegaskan dampak perang dapat mengganggu sektor energi Iran secara signifikan jika tidak segera mereda.
“Jika perang berlanjut seperti ini, tidak akan ada cara lagi untuk menjual minyak, bahkan tidak ada kapasitas untuk memproduksinya,” ujar Ghalibaf dikutip dari Al Jazeera, Minggu (8/3).
Iran merupakan salah satu produsen minyak penting di kawasan Timur Tengah yang selama ini menghadapi hambatan dari sanksi internasional dan ketegangan geopolitik.
Gangguan terhadap produksi dan ekspor minyak Iran berpotensi memicu dampak lebih luas pada pasar energi global.
Selat Hormuz Jadi Titik Rawan
Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah turut menempatkan Selat Hormuz sebagai jalur distribusi energi global yang paling rentan terganggu.
Jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi urea global yang strategis dan berpotensi terdampak jika situasi memburuk.
Infrastruktur energi seperti fasilitas produksi, jaringan distribusi, dan jalur ekspor minyak menjadi aset strategis yang paling rentan dalam situasi konflik bersenjata.
Pasokan Pupuk RI Dipastikan Aman
Di sisi lain, PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan pasokan pupuk nasional tetap terjaga meski konflik di Timur Tengah terus meningkat.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia Yehezkiel Adiperwira menyatakan petani tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pupuk dalam negeri.
“Di tengah dinamika geopolitik yang terjadi, kami memastikan pasokan pupuk nasional tetap aman sehingga petani dapat terus menanam,” kata Yehezkiel, Minggu (8/3).
Kapasitas produksi Pupuk Indonesia Grup saat ini mencapai 14,5 juta ton per tahun untuk berbagai jenis pupuk.
Bahan baku utama pupuk urea berupa gas bumi dipasok dari dalam negeri dengan harga yang telah diatur pemerintah sehingga relatif terlindungi dari gejolak eksternal.
Untuk bahan baku pupuk NPK, fosfat diperoleh dari Maroko, Tunisia, dan Aljazair, sementara kalium dipasok dari Kanada dan Laos yang berada di luar kawasan konflik.
Adapun sulfur yang bersumber dari Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait tetap dapat dialihkan ke pemasok alternatif dari Kanada jika terjadi gangguan pasokan.
Pupuk Indonesia juga memperkuat manajemen stok sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kenaikan biaya logistik seiring meningkatnya harga minyak dunia.
Referensi:
- Sindonews, China Ambil 5 Pelajaran Penting dari Serangan AS-Israel ke Iran. Diakses pada 8 Maret 2026.
- Berita Satu, Iran Peringatkan Perang Bisa Lumpuhkan Produksi dan Ekspor Minyak. Diakses pada 8 Maret 2026.
- Kumparan, Pupuk Indonesia Pastikan Konflik AS-Israel vs Iran Tak Ganggu Pasokan Pupuk RI. Diakses pada 8 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
