Mandiri Finansial – Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu tekanan nyata pada rantai pasokan energi global, dengan Irak mulai menutup operasi di ladang minyak terbesarnya sebagai dampak langsung yang paling signifikan hingga saat ini.
Key Takeaways:
- Irak mulai menutup ladang Rumaila dan West Qurna 2 karena tidak ada kapal tanker yang bisa memuat minyak akibat Hormuz lumpuh.
- Saham emiten perkapalan Indonesia seperti HUMI dan BULL melesat, sementara HUMI menegaskan tidak ada kapalnya yang terdampak langsung.
- Trump menjanjikan jaminan keamanan jalur Hormuz, dan sentimen tersebut memangkas penurunan tajam Wall Street pada Selasa (3/3/2026).
Menurut laporan Bloomberg, Irak telah mulai menutup ladang Rumaila, ladang minyak terbesar di negara itu, serta proyek West Qurna 2.
Informasi tersebut disampaikan oleh sumber yang mengetahui situasi ini secara langsung namun meminta tidak disebutkan namanya.
Perang hampir menghentikan seluruh lalu lintas kapal melalui Hormuz, hanya menyisakan segelintir kapal tanker kosong di dalam Teluk Persia yang masih tersedia untuk dimuat.
Situasi ini memaksa sejumlah produsen besar mengisi tangki penyimpanan mereka karena tidak ada jalur ekspor yang tersedia.
Analis JPMorgan Chase, Natasha Kaneva, menyatakan bahwa dengan Selat Hormuz yang masih tidak aktif, waktu terus berjalan bagi para produsen yang bergantung pada jalur tersebut.
Arab Saudi juga dilaporkan sedang mempertimbangkan opsi ekspor alternatif di luar Selat Hormuz.
Saham Perkapalan RI Melesat, HUMI Pastikan Armadanya Aman
Di pasar domestik, konflik ini mendorong lonjakan harga saham emiten perkapalan Indonesia, termasuk HUMI dan BULL, pada perdagangan Selasa (3/3/2026).
PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) menegaskan tidak ada kapal milik perseroan yang terdampak langsung atau terpaksa berhenti akibat penutupan Selat Hormuz.
Direktur Utama HUMI, I Gusti Askhara Danadiputra, menyatakan tidak ada kapal perseroan yang berada di wilayah berisiko tersebut, dalam keterbukaan informasi BEI pada Selasa (3/3/2026).
Askhara juga menegaskan bahwa fokus layanan pada pasar dalam negeri memberikan fondasi yang stabil di tengah fluktuasi eksternal akibat gejolak geopolitik ini.
Trump Janjikan Jaminan Keamanan, Wall Street Sedikit Pulih
Di pasar global, penurunan tajam Wall Street terpangkas setelah muncul pernyataan pemerintah AS yang menjanjikan jaminan keamanan jalur pelayaran kapal tanker melalui Selat Hormuz.
Menurut laporan Bloomberg, Indeks S&P 500 memangkas penurunannya hingga hanya tersisa 0,9% pada penutupan Selasa (3/3/2026), setelah sebelumnya sempat anjlok hingga 2,5%.
Nasdaq 100 turun 1%, sementara Dow Jones Industrial Average dan MSCI World Index masing-masing melemah 0,8% dan 1,5%.
Sentimen jaminan keamanan dari AS juga mengurangi lonjakan harga minyak yang sempat melonjak lebih dari 9% di tengah berlangsungnya perang Iran.
Referensi:
- IDX Channel, Iran Tutup Selat Hormuz, Bagaimana Nasib Kapal Humpuss Maritim (HUMI)?. Diakses pada 4 Maret 2026.
- Bloomberg Technoz, Irak Pangkas Produksi Minyak Secara Masif, Imbas Penutupan Hormuz. Diakses pada 4 Maret 2026.
- Bloomberg Technoz, Gejolak Wall Street Mereda Usai Trump Jamin Keamanan Selat Hormuz. Diakses pada 4 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
