Mandiri Finansial – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Februari 2026 mencapai 4,76% secara tahunan (yoy), naik signifikan dibanding periode akhir 2025 dan Januari 2026.
Kenaikan ini ditandai oleh lonjakan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,48 pada Februari 2025 menjadi 110,50 pada Februari 2026, berdasarkan laporan resmi BPS.
Key Takeaways:
- Tarif listrik menjadi kontributor utama inflasi yoy dengan andil 2,26% dari kelompok perumahan dan energi.
- Emas perhiasan mendorong kelompok perawatan pribadi ke inflasi 16,66%, memberikan andil 1,12%.
- Secara bulanan, inflasi Februari 2026 tercatat 0,68%, ditopang kenaikan harga makanan dan minuman.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyatakan kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mencatat inflasi tertinggi sebesar 16,19% dengan andil 2,26%.
Menurut Ateng, komoditas utama yang mendorong lonjakan pada kelompok tersebut adalah tarif listrik, yang mengalami kenaikan signifikan dalam periode ini.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya juga mencatat inflasi tinggi sebesar 16,66% dengan andil 1,12%, terutama didorong oleh kenaikan harga emas perhiasan.
Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 3,51% dengan andil 1,05% terhadap total inflasi yoy Februari 2026.
Inflasi Bulanan dan Faktor Low Base Effect
Secara bulanan (month-to-month), BPS mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68%, dengan kelompok makanan dan minuman sebagai penopang utama sebesar 1,54% dan andil 0,45%.
Komoditas spesifik yang berkontribusi secara bulanan antara lain daging ayam ras dengan andil 0,09%, cabai rawit 0,08%, dan ikan segar 0,05%, berdasarkan data resmi BPS.
Ateng menyebut tingginya angka inflasi yoy Februari 2026 juga dipengaruhi oleh low base effect, yakni rendahnya basis harga pada periode yang sama tahun lalu.
Disparitas Inflasi Antarwilayah
Inflasi yoy tertinggi di tingkat provinsi terjadi di Aceh sebesar 6,94%, sementara terendah tercatat di Papua Pegunungan sebesar 0,63%, menurut data BPS.
Di tingkat kabupaten dan kota, Kabupaten Aceh Tengah mencatat inflasi tertinggi sebesar 8,44%, sedangkan Kabupaten Jayawijaya berada di posisi terendah dengan inflasi 0,63%.
Satu-satunya kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,09%, berdasarkan laporan BPS yang dirilis Senin (2/3).
Referensi:
- Bloomberg Technoz, Inflasi Februari 2026 Tembus 4,76% yoy, Ini Penyebabnya. Diakses pada 2 Maret 2026.
- Kabar Bursa, BPS Catat Inflasi Februari 2026 Capai 0,68 Persen,. Diakses pada 2 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
