Mandiri Finansial – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia pada Januari 2026 melonjak 18,21% secara tahunan menjadi US$21,20 miliar, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kontraksi berlanjut dari Desember 2025.


Key Takeaways:

  • Impor Indonesia Januari 2026 naik 18,21% secara tahunan menjadi US$21,20 miliar, sejalan dengan estimasi ekonom di kisaran 20%.
  • Barang modal menjadi golongan dengan lonjakan tertinggi sebesar 35,32%, mengindikasikan aktivitas investasi yang menguat.
  • Impor migas naik 27,52%, sementara nonmigas tumbuh 16,7% dengan andil 14,40% terhadap total peningkatan impor.

Angka ini jauh membaik dibandingkan Desember 2025 yang mencatat kontraksi impor sebesar 2,7% secara tahunan.

Konsensus ekonom Bloomberg memperkirakan pertumbuhan impor Indonesia pada Januari 2026 mencapai 20% secara tahunan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan impor migas pada Januari 2026 tercatat sebesar US$3,17 miliar atau naik 27,52%.

Sementara itu, impor nonmigas tercatat sebesar US$18,04 miliar atau tumbuh 16,7% secara tahunan.

Menurut Ateng, peningkatan impor nonmigas memberi andil 14,40% terhadap total kenaikan nilai impor bulan tersebut.

Barang Modal Jadi Pendorong Utama

Berdasarkan golongan penggunaan, seluruh kategori mencatat pertumbuhan positif secara tahunan pada Januari 2026.

Impor barang modal mencatat lonjakan tertinggi sebesar 35,32%, mengindikasikan meningkatnya aktivitas investasi di dalam negeri.

Impor bahan baku dan penolong naik 14,67% dengan andil 10,61% sebagai pendorong utama kinerja impor secara keseluruhan.

Sementara itu, impor barang konsumsi tercatat tumbuh 11,81% secara tahunan pada periode yang sama.

Kenaikan impor di seluruh golongan penggunaan ini menunjukkan penguatan permintaan domestik yang merata memasuki awal tahun 2026.


Referensi:

Featured Image: OpenAI