Mandiri Finansial – Bank Indonesia merilis data Survei Konsumen Februari 2026 dengan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tercatat sebesar 125,2, turun dari 127,0 pada Januari 2026.

Penurunan tipis ini tidak menggeser posisi IKK dari zona optimistis, karena indeks masih berada jauh di atas ambang batas 100.


Key Takeaways:

  • IKK Februari 2026 turun ke 125,2 dari 127,0, tetapi tetap berada di zona optimistis.
  • Indeks Kondisi Ekonomi (IKE) justru naik ke 115,9, ditopang kenaikan seluruh komponen utamanya.
  • Kelompok usia 20–30 tahun mencatat optimisme tertinggi dengan IKK 133,7.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menyebut penopang utama keyakinan konsumen berasal dari Indeks Kondisi Ekonomi (IKE).

Menurut pernyataan resmi Bank Indonesia yang dikutip Beritasatu, IKE pada Februari 2026 tercatat sebesar 115,9, naik dari 115,1 pada bulan sebelumnya.

Kenaikan IKE didukung oleh peningkatan seluruh komponen pembentuknya secara bersamaan.

Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) tercatat 125,0, naik dari 123,7 pada Januari 2026.

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) naik ke 110,7 dari 109,9, sementara Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) naik tipis ke 112,0 dari 111,8.

Ekspektasi Enam Bulan ke Depan Tetap Positif

Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) pada Februari 2026 tercatat sebesar 134,4, turun dari 138,8 pada Januari, namun masih berada di zona optimistis.

Berdasarkan data Bank Indonesia yang dilaporkan Katadata, optimisme IEK ditopang oleh ekspektasi penghasilan di level 140,7, ketersediaan lapangan kerja di 131,7, dan kegiatan usaha di 130,9.

Secara spasial, kenaikan IEK tertinggi tercatat di Surabaya, Banjarmasin, Palembang, dan Makassar.

Profil Konsumen dan Kondisi Keuangan Rumah Tangga

Berdasarkan kelompok usia, optimisme tertinggi tercatat pada responden usia 20–30 tahun dengan IKK 133,7.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, IKK tertinggi berasal dari responden dengan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan, dengan indeks 129,2.

Rasio konsumsi terhadap pendapatan atau average propensity to consume ratio turun ke 71,6% dari 72,3% pada Januari 2026.

Rasio cicilan atau utang terhadap pendapatan juga turun ke 10,6% dari 11,2%, sementara rasio tabungan naik ke 17,7% dari 16,5% pada bulan sebelumnya.


Referensi:

Featured Image: OpenAI