Mandiri Finansial – IHSG diproyeksikan melanjutkan pelemahannya pada pekan ini yang hanya menyisakan dua hari perdagangan efektif sebelum libur panjang Nyepi dan Lebaran.


Key Takeaways:

  • IHSG berpotensi menguji level psikologis 7.000 setelah turun 3,05% ke 7.137 pada Jumat (13/3).
  • Ketegangan AS-Iran mendorong kekhawatiran inflasi dan pelebaran defisit APBN di atas 3%.
  • Investigasi tarif AS terhadap 60 negara, termasuk Indonesia, menambah tekanan sentimen pasar.

IHSG mencatat koreksi sebesar 3,05% ke level 7.137 pada Jumat (13/3), menurut data yang dikutip Kumparan.

Analis MNC Sekuritas memperkirakan IHSG saat ini berada pada bagian wave (v) dari wave [c] dari wave A.

Berdasarkan analisis tersebut, IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi ke rentang 6.991–7.140.

Area penguatan terdekat diperkirakan berada di kisaran 7.241–7.308, menurut riset MNC Sekuritas Senin (16/3).

Tekanan dari Geopolitik dan Fiskal

Analis Phintraco Sekuritas menyoroti kekhawatiran investor terhadap konflik berkepanjangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Konflik tersebut berpotensi menjaga harga minyak mentah tetap tinggi lebih lama dari perkiraan pasar.

Kondisi ini dinilai dapat memicu kenaikan inflasi domestik sekaligus memperlebar defisit APBN.

Opsi pelebaran defisit di atas 3% masih dalam tahap pembahasan pemerintah, dengan berbagai konsekuensi fiskal yang terus dihitung.

Risiko Tarif AS Ikut Menekan Sentimen

Sentimen negatif tambahan datang dari kebijakan perdagangan AS yang meluncurkan investigasi baru terhadap 60 negara.

Menurut riset Phintraco Sekuritas, penyelidikan ini bertujuan menilai apakah negara-negara tersebut gagal membatasi impor barang dari kerja paksa.

Indonesia termasuk dalam daftar 16 negara yang menjadi target investigasi kelebihan kapasitas industri yang dirilis AS pada Rabu (11/3).

Secara teknikal, Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi menguji level psikologis di 7.000 dalam waktu dekat.

Saham-saham yang dapat diperhatikan pekan ini menurut Phintraco Sekuritas antara lain PTBA, JPFA, CPIN, ULTJ, LSIP, dan ADMR.


Referensi:

Featured Image: OpenAI