Mandiri Finansial – IHSG ambles tajam pada perdagangan Rabu (4/3) seiring eskalasi konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang memicu kekhawatiran krisis energi global.


Key Takeaways:

  • IHSG melemah hingga 4,41% ke level 7.588 dipicu penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan kabar penurunan outlook kredit RI oleh Fitch Ratings.
  • Bursa Asia ikut tertekan; Kospi Korea Selatan sempat mengalami trading halt setelah anjlok lebih dari 8%.
  • Fitch mempertahankan peringkat BBB Indonesia, namun mengubah outlook menjadi negatif dengan alasan meningkatnya ketidakpastian kebijakan fiskal.

Berdasarkan data BEI, IHSG dibuka di posisi 7.896,377 sebelum tekanan jual mendorongnya ke level terendah 7.639,894 pada pagi hari.

Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, Irvan Susandy, memastikan koreksi ini dipicu eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah yang terus memanas.

Menurut Irvan, Iran menutup Selat Hormuz sehingga memunculkan kekhawatiran serius terhadap gangguan rantai pasok energi global.

“Hal ini sudah tercermin di harga minyak dunia yang meningkat,” ujar Irvan kepada awak media di Jakarta, Rabu (4/3).

Pelemahan tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan merata di seluruh bursa kawasan Asia.

Menurut data ANTARA, indeks Nikkei melemah 3,35%, Kospi Korea Selatan anjlok 7,21%, Hang Seng turun 2,78%, dan Strait Times melemah 2,29% pada waktu bersamaan.

Bursa Korea Selatan bahkan sempat menghentikan sementara perdagangan atau trading halt setelah indeksnya turun lebih dari 8%.

Fitch Ubah Outlook RI Menjadi Negatif

Tekanan pada IHSG juga diperparah oleh kabar Fitch Ratings yang menurunkan outlook peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, dikutip dari Katadata.

Fitch tetap mempertahankan Long-Term Foreign Currency Issuer Default Rating Indonesia di level BBB, namun menyoroti meningkatnya ketidakpastian kebijakan ekonomi.

“Hal ini dapat melemahkan prospek fiskal jangka menengah, merusak sentimen investor, dan memberikan tekanan pada bantalan eksternal,” tulis Fitch Ratings dalam draftnya, Rabu (4/3).

Fitch memperkirakan rasio pendapatan pemerintah terhadap PDB hanya sekitar 13,3% pada 2026 hingga 2027, jauh di bawah median negara BBB yang mencapai 25,5%.

Volume Perdagangan Melonjak di Tengah Tekanan Jual

Aktivitas pasar tercatat tinggi di tengah tekanan jual yang masif pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data BEI per pukul 11.11 WIB, volume transaksi mencapai 30,95 miliar lembar saham dengan nilai Rp15,89 triliun dalam 1.843.291 kali transaksi.

Sebanyak 703 saham tercatat melemah, sementara hanya 66 saham yang berhasil menguat pada sesi perdagangan tersebut.


Referensi:

Featured Image: OpenAI