Mandiri Finansial – IHSG ambles 2,61% atau 201,44 poin ke level 7.509 pada penutupan sesi pertama Jumat (6/3/2026), dengan tekanan jual yang menyapu hampir seluruh sektor di Bursa Efek Indonesia.

Indeks dibuka di level 7.699 dan sempat menyentuh tertinggi 7.700 sebelum akhirnya jatuh ke titik terendah 7.504 menjelang akhir sesi pertama.


Key Takeaways:

  • IHSG turun 201,44 poin ke level 7.509, dengan 645 saham berakhir di zona merah.
  • Saham konglomerat besar dan bank jadi pemberat utama indeks di sesi I.
  • Bursa Asia justru menguat, menunjukkan tekanan bersifat domestik.

Berdasarkan data perdagangan BEI, sebanyak 645 saham ditutup turun, hanya 97 saham naik, dan 69 saham stagnan sepanjang sesi pertama.

Saham-saham terafiliasi konglomerat besar menjadi pemberat terbesar indeks pada sesi ini.

Menurut data dari Katadata, saham CUAN milik Prajogo Pangestu anjlok 7,95% ke level 1.215, sementara BRPT milik grupnya juga rontok 7,60% ke level 1.510.

Saham milik Happy Hapsoro turut terpuruk, dengan RATU turun 5,17% ke level 5.500 dan MINA jeblok 8,97% ke level 284.

Bank Besar Ikut Terseret Koreksi

Saham perbankan berkapitalisasi besar yang biasanya menjadi penyangga indeks justru ikut terkoreksi pada sesi pertama ini.

Berdasarkan data BEI yang dikutip Bloomberg Technoz, BBCA turun 1,06% ke level 7.025, BBRI terkoreksi 1,87% ke level 3.680, dan BMRI merosot 3,22% ke level 4.960.

Saham MDKA milik Garibaldi Thohir juga tak luput, turun 4,14% ke level 3.470 bersama MBMA yang terkoreksi 2,07% ke level 710.

Kontras dengan Bursa Asia yang Menguat

Pelemahan IHSG terjadi di tengah penguatan bursa regional Asia pada waktu yang sama.

Menurut data yang dilaporkan Katadata, indeks Nikkei tumbuh 0,05%, Hang Seng naik 1,85%, dan Shanghai Composite menguat 0,25% pada periode yang sama.

Total nilai transaksi sesi pertama tercatat sebesar Rp 9,42 triliun dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 13.420 triliun dan frekuensi perdagangan 1,19 juta kali.

Perbedaan arah antara IHSG dan bursa Asia mengindikasikan tekanan yang terjadi bersifat domestik dan bukan dipicu sentimen regional secara langsung.


Referensi:

Featured Image: OpenAI