Mandiri Finansial – IHSG merosot 131,77 poin atau 1,60% ke level 8.103 pada penutupan sesi I perdagangan Senin (2/3), di tengah tekanan geopolitik yang membayangi pasar saham Asia secara luas.


Key Takeaways:

  • Sektor energi menjadi satu-satunya sektor yang ditutup hijau, menguat 1,60% dipimpin ENRG naik 14,20% dan INDY naik 8,72%.
  • Sektor konsumer primer menjadi penekan terbesar dengan koreksi 5,12%, dipimpin MAPI yang terjun 7,46%.
  • Rupiah melemah 0,37%–0,38% ke kisaran Rp 16.849–16.850 per USD, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang Asia.

Sebanyak 645 saham ditutup merah, sementara hanya 110 saham yang berhasil naik dan 62 saham tidak bergerak, menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total nilai transaksi pada sesi pertama ini mencapai Rp 16,61 triliun dengan frekuensi perdagangan sebanyak 2,18 juta kali dan volume 33,27 miliar saham.

Sektor konsumer primer mencatat tekanan terdalam dengan penurunan 5,12%, dipimpin oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) yang terjun 7,46% ke Rp 1.240 dan PT Astra International Tbk (ASII) yang melemah 4,49%.

Sektor energi menjadi pengecualian di tengah tekanan tersebut, dengan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) melesat 14,20% ke Rp 2.010, PT Elnusa Tbk (ELSA) naik 7,65%, dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (INDY) menguat 8,72%, menurut data perdagangan BEI.

Lonjakan Minyak Picu Rotasi ke Energi

Penguatan sektor energi terjadi seiring lonjakan harga minyak mentah Brent sekitar 9% ke level USD 79,41 per barel, menurut laporan Kabar Bursa.

Gangguan wilayah udara Timur Tengah menjadi pemicu utama yang mendorong kekhawatiran lonjakan biaya bahan bakar di sektor penerbangan regional.

Saham maskapai penerbangan Asia mencatat penurunan tajam, dengan Singapore Airlines turun 6%, Japan Airlines melemah 4%, dan Cathay Pacific terkoreksi 3,63%, menurut laporan Kabar Bursa.

Bursa Asia Ikut Tertekan, Rupiah Melemah

Bursa saham Asia mayoritas melemah pada sesi yang sama, dengan Nikkei 225 turun 1,72% ke 57.814, Hang Seng terkoreksi 1,79% ke 26.152, dan Straits Times turun 1,85% ke 4.903, menurut data Bloomberg yang dikutip Kumparan.

Rupiah tercatat melemah ke kisaran Rp 16.849–16.850 per USD atau sekitar 0,37%–0,38%, sejalan dengan pelemahan mayoritas mata uang kawasan Asia terhadap dolar AS.

Kapitalisasi pasar BEI pada sesi I ini tercatat sebesar Rp 14.549 triliun, menurut data perdagangan yang dilaporkan Katadata.


Referensi:

Featured Image: OpenAI