Mandiri Finansial – Serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) memicu respons langsung di pasar komoditas global, dengan harga minyak dan emas kompak melonjak tajam di awal pekan ini.

Garda Revolusi Iran (IRGC) menutup Selat Hormuz menyusul serangan tersebut, menghentikan lalu lintas tanker minyak di jalur yang menanggung sekitar seperlima perdagangan minyak laut dunia.


Key Takeaways:

  • Harga minyak Brent melonjak hingga 13% ke level 82 dolar AS per barel akibat penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
  • Harga emas Antam naik Rp50.000 menjadi Rp3.135.000 per gram pada Senin (2/3), didorong permintaan aset aman.
  • Analis Rystad Energy memperingatkan repricing minyak signifikan ke atas jika sinyal de-eskalasi tidak segera muncul.

Berdasarkan data Bloomberg yang dikutip Tirto, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman April 2026 berada di level 71,78 dolar AS per barel pada Senin (2/3/2026), naik 7,10% dari posisi akhir pekan di 67,02 dolar AS per barel.

Harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman terdekat melonjak lebih tajam, mencapai 13% ke posisi 82 dolar AS per barel.

Kontrak Brent pengiriman Mei 2026 juga ikut melonjak 12% ke posisi 81,37 dolar AS per barel, mencerminkan tekanan pasokan yang dirasakan merata di seluruh tenor kontrak.

Selat Hormuz Jadi Titik Kritis

Kepala analisis geopolitik Rystad Energy, Jorge Leon, menyebut penghentian lalu lintas efektif melalui Selat Hormuz mencegah 15 juta barel per hari minyak mentah mencapai pasar global, dikutip Reuters pada Senin (2/3/2026).

Leon menambahkan bahwa tanpa sinyal de-eskalasi yang cepat, pasar minyak akan mengalami repricing signifikan ke atas dalam waktu dekat.

Situs pelacakan laut melaporkan tanker menumpuk di kedua sisi Selat Hormuz, baik karena kekhawatiran serangan maupun kesulitan mendapat asuransi perjalanan.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan konflik dapat berlangsung selama empat minggu lagi dan akan berlanjut hingga tujuan AS tercapai, menurut laporan Tirto.

Emas Antam Ikut Meroket

Di pasar domestik, harga emas Antam naik Rp50.000 menjadi Rp3.135.000 per gram pada Senin (2/3), dari posisi sebelumnya Rp3.085.000 per gram, berdasarkan data Logam Mulia yang dipantau Katadata.

Harga buyback emas Antam juga naik ke level Rp2.914.000 per gram, mencerminkan penguatan permintaan terhadap aset lindung nilai di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik.

Harga emas di Pegadaian turut meroket, dengan UBS tercatat di Rp3.167.000 per gram dan Galeri24 di Rp3.130.000 per gram, meningkat signifikan dari hari sebelumnya, menurut data Sahabat Pegadaian yang dikutip Katadata.

Lonjakan harga minyak yang berkepanjangan berisiko memicu tekanan inflasi global, yang pada akhirnya dapat mendorong kenaikan tarif pajak dan pelemahan konsumsi masyarakat, sebagaimana dikhawatirkan analis yang dikutip Tirto.


Referensi:

Featured Image: OpenAI