Mandiri Finansial – Perang yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak Sabtu (28/2) memicu lonjakan harga bahan bakar minyak di AS lebih dari 10% hanya dalam sepekan.

Harga minyak dunia menembus USD 90 per barel, level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.


Key Takeaways:

  • Harga bensin reguler AS naik 11% menjadi USD 3,32 per galon, tertinggi sejak September 2024.
  • Harga solar naik 15% ke USD 4,33 per galon dan bisa memicu efek domino ke harga barang konsumsi.
  • Analis GasBuddy memperkirakan bensin AS bisa menembus USD 3,70 per galon jika gangguan pasokan berlanjut.

Menurut data dari asosiasi pengendara AAA yang dikutip Reuters pada Sabtu (7/3), harga rata-rata bensin reguler nasional di AS tercatat USD 3,32 per galon pada Jumat (6/3).

Harga tersebut naik 11% dari pekan sebelumnya dan menjadi yang tertinggi sejak September 2024.

Sementara itu, harga solar rata-rata nasional mencapai USD 4,33 per galon, naik 15% dalam sepekan dan menyentuh level tertinggi sejak November 2023.

Gangguan Selat Hormuz Picu Permintaan Minyak AS

Ketegangan di Selat Hormuz sebagai jalur energi utama dunia turut mendorong permintaan minyak AS di pasar internasional.

Menurut kepala analis minyak OPIS, Denton Cinquegrana, kilang-kilang di Asia dan Eropa masih bergantung pada minyak Timur Tengah sehingga lonjakan permintaan ekspor minyak AS ikut mengerek harga domestik.

Harga minyak berjangka AS ditutup pada USD 90,90 per barel pada Jumat (6/3), naik hampir USD 10 dalam sehari dan menjadi lonjakan harian terbesar sejak April 2020.

Analis GasBuddy Patrick De Haan memperkirakan harga bensin nasional berpotensi naik ke kisaran USD 3,50 hingga USD 3,70 per galon dalam beberapa hari ke depan jika harga minyak terus naik.

Dampak ke Harga Barang dan Tekanan Politik Trump

Para analis menyebut kenaikan harga solar berpotensi memicu efek domino terhadap harga barang konsumsi, mulai dari makanan hingga furnitur.

Hal ini disebabkan solar menjadi bahan bakar utama dalam transportasi barang, manufaktur, pertanian, dan pengiriman global.

Kenaikan harga paling tajam terjadi di Georgia, Indiana, dan West Virginia, di mana bensin naik masing-masing 40,1 sen, 44,3 sen, dan 43,9 sen per galon dalam sepekan menurut GasBuddy.

Lonjakan ini menjadi ujian politik bagi Presiden Trump menjelang pemilihan paruh waktu November mendatang, terutama karena negara bagian yang terdampak paling parah adalah basis pendukungnya.

Trump sendiri merespons singkat saat ditanya soal kenaikan harga, dengan menyatakan bahwa jika harga naik, maka naiklah, sebagaimana dikutip Reuters.


Referensi:

Featured Image: OpenAI