Komisi XI DPR RI menggelar uji kelayakan dan kepatutan terhadap 10 calon anggota Dewan Komisioner OJK pada Rabu (11/3/2026), dengan sejumlah agenda reformasi besar yang dipaparkan para kandidat.


Key Takeaways:

  • Hasan Fawzi menargetkan kapitalisasi pasar modal Indonesia mencapai Rp25.000 triliun atau 80% PDB pada 2031.
  • Friderica Widyasari Dewi mengusung delapan kebijakan prioritas, termasuk stabilitas sistem keuangan dan pemulihan kepercayaan publik di pasar modal.
  • Reformasi integritas pasar modal menjadi agenda bersama, mencakup peningkatan free float minimum menjadi 15% dan pengawasan kepemilikan saham lebih ketat.

Sebanyak 10 kandidat mengikuti proses seleksi di Kompleks Parlemen Jakarta, termasuk Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi yang memaparkan visi strategis masing-masing.

Hasan Fawzi, calon anggota DK OJK yang kini menjabat Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, menargetkan kapitalisasi pasar modal mencapai Rp25.000 triliun pada 2031.

Menurut Hasan dalam sesi fit and proper test di hadapan Komisi XI DPR RI, target tersebut setara sekitar 80% dari Produk Domestik Bruto nasional.

Selain kapitalisasi pasar, Hasan juga menargetkan jumlah investor mencapai 30 juta orang dan rata-rata nilai transaksi harian sebesar Rp35 triliun hingga 2031.

## Reformasi Integritas Pasar Modal

Hasan mengakui masih ada tantangan struktural di pasar modal Indonesia, termasuk praktik manipulasi harga, perdagangan semu, penggunaan rekening nominee, dan literasi investor yang rendah.

Sebagai solusi, Hasan memperkenalkan kerangka strategis bernama Integralitas yang mencakup delapan rencana aksi reformasi dalam lima klaster utama.

Lima klaster tersebut meliputi integrasi lintas lembaga, granularitas data kepemilikan saham hingga 28 subtipe investor, peningkatan free float minimum dari 7,5% menjadi 15%, transparansi ultimate beneficial owner, serta akuntabilitas tata kelola emiten.

Menurut laporan dari Antara, langkah awal reformasi telah dimulai sejak Maret 2026, termasuk publikasi struktur kepemilikan saham di atas 1% dan pembentukan satgas khusus pengawalan reformasi.

## Delapan Kebijakan Prioritas Friderica

Friderica Widyasari Dewi atau Kiki memaparkan delapan kebijakan prioritas sebagai arsitektur strategis penguatan sektor jasa keuangan saat menjalani fit and proper test.

Delapan kebijakan tersebut mencakup menjaga stabilitas sektor keuangan, memulihkan kepercayaan publik, mendorong kontribusi sektor jasa keuangan bagi ekonomi nasional, hingga memperkuat sinergi dengan kementerian dan lembaga terkait.

Menurut Friderica dalam paparannya di Jakarta, Rabu (11/3/2026), stabilitas sistem keuangan akan menjadi jangkar utama kebijakan OJK ke depan.

Friderica menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan publik di sektor pasar modal akan ditempuh melalui integritas, transparansi, dan penegakan hukum yang tegas.

Selain Friderica dan Hasan, delapan calon DK OJK lainnya yang mengikuti uji kelayakan adalah Agus Sugiarto, Hernawan Bekti Sasongko, Ary Zulfikar, Darmansyah, Dicky Kartikoyono, Danu Febrianto, Adi Budiarso, dan Antoni.


Referensi:

Featured Image: OpenAI