Mandiri Finansial – Indonesia resmi membuka jalur ekspor beras premium ke Arab Saudi pada Rabu (4/3), menandai babak baru kemandirian pangan yang kini bergeser ke arah penetrasi pasar internasional.
Perum Bulog melepas 2.280 ton beras super premium bermerek Befood Nusantara dari Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Beras tersebut diperuntukkan bagi sekitar 215.000 jemaah haji Indonesia pada musim haji 1447 Hijriah atau 2026.
Key Takeaways:
- Bulog mengekspor 2.280 ton beras super premium dengan tingkat pecahan 4% dan kadar air di bawah 14%, jauh melampaui standar premium domestik.
- Nilai transaksi ekspor perdana ini hampir mencapai Rp38 miliar dengan harga Rp16.000 per kilogram, belum termasuk ongkos kirim.
- Potensi ekspor beras ke Arab Saudi diperkirakan bisa mencapai 20.000 hingga 50.000 ton per tahun, termasuk untuk segmen umrah dan warga Indonesia di sana.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan bahwa beras ini bukan berasal dari stok gudang, melainkan langsung dari hasil panen petani di Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Menurut Rizal, beras diolah di empat fasilitas penggilingan mitra di Serang, Mojokerto, Karawang, dan Subang, termasuk pabrik milik PT Wilmar International.
Standar kualitas ekspor ini melampaui produk premium reguler Bulog yang selama ini memiliki tingkat pecahan 15%.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut ekspor ini terjadi di momentum yang tepat, setelah cadangan beras pemerintah mencapai 3,7 juta ton berdasarkan data BPS, rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Strategi Promosi Sebelum Ekspansi Komersial
Rizal mengungkapkan bahwa ekspor perdana ini dirancang sebagai langkah promosi sebelum penetrasi pasar yang lebih besar.
Bulog menargetkan segmen yang lebih luas di Arab Saudi, termasuk jemaah umrah dan sekitar 2 juta warga Indonesia yang menetap di sana setiap tahunnya.
Mentan Amran menambahkan bahwa penjajakan ekspor beras Indonesia tidak hanya ke Arab Saudi, tetapi juga ke Papua Nugini, Malaysia, dan Filipina.
Arah Ekspor Berikutnya
Amran memproyeksikan volume ekspor khusus untuk kebutuhan jemaah haji di Arab Saudi bisa mencapai 20.000 hingga 50.000 ton ke depannya.
Skema pembiayaan ekspor ini mengikuti mekanisme yang ditetapkan pemerintah melalui Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH).
Ekspor perdana ini menjadi penanda bahwa surplus beras domestik kini mulai dikonversi menjadi peluang devisa dan penguatan posisi Indonesia di pasar pangan regional.
Referensi:
- Liputan6, Pemerintah Lepas Ekspor Perdana Beras Premium untuk Jemaah Haji 2026. Diakses pada 4 Maret 2026.
- Kompas, Bulog Resmi Lepas Beras Ekspor Ke Arab Saudi. Diakses pada 4 Maret 2026.
- Berita Satu, 2.280 Ton Beras yang Diekspor ke Arab Saudi Jenis Super-Premium. Diakses pada 4 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
