Sebagian besar orang Indonesia sudah sering mendengar kata “saham,” namun ketika ditanya apa sebenarnya yang mereka beli saat memiliki saham, jawabannya sering kali tidak tepat.
Saham adalah bukti kepemilikan seseorang atas sebagian aset dan keuntungan sebuah perusahaan, dan memahami konsep dasar ini adalah fondasi sebelum kamu mulai berinvestasi di pasar modal.
Pengertian Saham dan Mengapa Perusahaan Menerbitkannya
Saham adalah instrumen keuangan yang merepresentasikan klaim kepemilikan proporsional atas sebuah perusahaan, termasuk aset dan laba yang dihasilkannya.
Perusahaan menerbitkan saham karena mereka membutuhkan modal untuk berkembang tanpa harus meminjam dari bank atau menanggung beban bunga.
Proses pertama kali perusahaan menjual sahamnya ke publik disebut Initial Public Offering (IPO), dan setelah itu saham tersebut dapat diperdagangkan secara bebas di bursa efek.
Ketika kamu membeli satu lembar saham sebuah perusahaan, kamu secara hukum menjadi salah satu pemilik perusahaan tersebut, meski dalam porsi kecil.
Hak kepemilikan ini mencakup hak suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan hak atas dividen jika perusahaan membagikannya.
Jenis-Jenis Saham: Saham Biasa vs Saham Preferen
Ada dua jenis saham utama yang beredar di pasar modal Indonesia, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).
Saham Biasa adalah jenis yang paling banyak diperdagangkan dan umumnya menjadi pilihan investor ritel.
Pemegang saham biasa memiliki hak suara dalam RUPS dan berpotensi mendapatkan dividen, namun pembayarannya tidak dijamin dan bersifat fluktuatif sesuai kinerja perusahaan.
Saham Preferen memberikan prioritas pembagian dividen dengan nominal tetap sebelum pemegang saham biasa mendapatkan haknya.
Namun, saham preferen umumnya tidak disertai hak suara, sehingga pemegang saham preferen tidak ikut menentukan arah kebijakan perusahaan.
Dalam praktiknya, investor pemula di Indonesia hampir selalu berurusan dengan saham biasa karena itulah yang paling dominan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Cara Kerja Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk Pemula
Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah lembaga yang menyediakan sistem dan infrastruktur untuk mempertemukan penjual dan pembeli saham secara terorganisir dan transparan.
BEI beroperasi setiap hari kerja, dengan sesi perdagangan pagi mulai pukul 09.00 hingga 11.30 WIB dan sesi siang mulai pukul 13.30 hingga 15.49 WIB.
Untuk bisa membeli saham, kamu tidak langsung bertransaksi ke BEI, melainkan melalui perantara yang disebut broker atau perusahaan sekuritas yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Harga saham di BEI terbentuk dari mekanisme penawaran dan permintaan, artinya harga naik ketika lebih banyak investor ingin membeli daripada menjual, dan sebaliknya.
Melansir Bursa Efek Indonesia, per tahun 2025 terdapat lebih dari 900 perusahaan yang tercatat di BEI, memberikan pilihan saham yang sangat beragam bagi investor.
Satuan perdagangan saham di BEI menggunakan satuan lot, di mana satu lot sama dengan 100 lembar saham, sehingga modal minimum investasi bergantung pada harga per lembar saham yang ingin kamu beli.
Keuntungan dan Risiko Memiliki Saham
Saham menawarkan dua sumber keuntungan utama, yaitu capital gain (kenaikan harga saham) dan dividen (pembagian laba perusahaan).
Secara historis, investasi saham jangka panjang memberikan return yang lebih tinggi dibandingkan kebanyakan instrumen investasi lain, termasuk deposito.
Menurut data OJK, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara rata-rata tumbuh sekitar 10-15% per tahun dalam satu dekade terakhir, meski dengan fluktuasi yang signifikan di tengah perjalanannya.
Namun, risiko investasi saham juga nyata dan tidak boleh diabaikan.
Risiko yang perlu kamu pahami:
| Jenis Risiko | Penjelasan |
|---|---|
| Risiko Pasar | Harga saham bisa turun karena kondisi ekonomi, politik, atau sentimen global |
| Risiko Likuiditas | Beberapa saham sulit dijual cepat karena volume perdagangan yang rendah |
| Risiko Perusahaan | Kinerja buruk atau kebangkrutan perusahaan bisa menyebabkan nilai saham anjlok signifikan |
| Risiko Emosional | Keputusan yang didasari panik atau euforia sering kali merugikan investor |
Prinsip dasar yang wajib kamu pegang adalah tidak pernah menginvestasikan dana yang kamu butuhkan dalam waktu dekat ke dalam saham.
Saham vs Instrumen Investasi Lain: Perbandingan Singkat
Memahami posisi saham di antara instrumen investasi lain membantu kamu membuat keputusan alokasi aset yang lebih tepat.
| Instrumen | Potensi Return | Risiko | Likuiditas | Modal Minimum |
|---|---|---|---|---|
| Saham | Tinggi (10-15%/tahun historis) | Tinggi | Tinggi | ~Rp100 ribu |
| Reksa Dana | Sedang-Tinggi | Sedang | Sedang-Tinggi | Rp10 ribu |
| Deposito | Rendah (4-6%/tahun) | Sangat Rendah | Rendah | Rp1 juta+ |
| ETF | Sedang-Tinggi | Sedang | Tinggi | ~Rp100 ribu |
Jika kamu baru memulai perjalanan investasi dan belum punya waktu untuk belajar analisis fundamental saham, reksa dana bisa menjadi pintu masuk yang lebih sederhana sebelum beralih ke saham secara langsung.
Sebaliknya, jika kamu sudah memahami cara membaca grafik saham dan laporan keuangan perusahaan, saham memberikan kontrol penuh atas pilihan aset kamu.
Perbandingan lebih mendalam antara kedua instrumen ini bisa kamu baca di artikel saham vs reksa dana.
Langkah Pertama Memulai Investasi Saham di Indonesia
Memulai investasi saham di Indonesia di tahun 2026 jauh lebih mudah dibandingkan sepuluh tahun lalu berkat platform digital yang teregulasi.
Langkah sistematis untuk pemula:
- Siapkan dana darurat terlebih dahulu, minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan, sebelum mengalokasikan dana ke saham.
- Pilih dan daftarkan diri ke perusahaan sekuritas yang terdaftar di OJK; proses pembukaan rekening kini bisa dilakukan online dalam 1-3 hari kerja.
- Buka Rekening Dana Nasabah (RDN) yang secara otomatis dibuat bersamaan dengan rekening efek di sekuritas pilihan kamu.
- Mulai dengan modal kecil untuk membiasakan diri dengan mekanisme pasar sebelum menambah porsi investasi.
- Pelajari dasar-dasar analisis, setidaknya kenali rasio P/E, PBV, dan cara membaca laporan laba rugi perusahaan.
- Diversifikasi portofolio dengan tidak menempatkan seluruh dana di satu saham atau satu sektor industri.
Jika kamu berstatus fresh graduate yang baru mulai mengatur keuangan, penting untuk memastikan kamu sudah memiliki produk keuangan dasar sebelum masuk ke saham.
Konsistensi dan disiplin jauh lebih menentukan hasil investasi jangka panjang daripada kemampuan memilih saham yang “sempurna” di waktu yang tepat.
FAQ
1. Apakah saham dan obligasi itu sama?
Saham dan obligasi adalah dua instrumen yang berbeda; saham merepresentasikan kepemilikan atas perusahaan, sedangkan obligasi adalah surat utang yang berarti kamu meminjamkan uang kepada perusahaan atau pemerintah dan akan mendapatkan bunga serta pengembalian pokok pada waktu yang disepakati.
2. Berapa modal minimum untuk mulai beli saham di BEI?
Modal minimum bergantung pada harga saham yang kamu pilih karena satu lot terdiri dari 100 lembar saham; untuk saham dengan harga Rp1.000 per lembar misalnya, modal minimum yang kamu butuhkan adalah Rp100.000, namun ada juga saham blue chip yang harganya jauh lebih tinggi per lembarnya.
3. Apakah investasi saham aman untuk pemula?
Saham bukan instrumen bebas risiko, namun risiko tersebut dapat dikelola dengan belajar analisis dasar, diversifikasi portofolio, berinvestasi untuk jangka panjang, dan tidak menggunakan dana yang dibutuhkan untuk kebutuhan mendesak.
