Mandiri Finansial – IHSG kembali membuka perdagangan di zona merah pada Jumat (6/3/2026), setelah sempat rebound kuat sehari sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar pukul 09.04 WIB, IHSG berada di level 7.678,59 atau turun 31,95 poin setara 0,41%.

Indeks dibuka di posisi 7.699,47, lebih rendah dari penutupan sebelumnya di level 7.710,54.


Key Takeaways:

  • IHSG dibuka melemah ke kisaran 7.635–7.699 mengikuti tekanan dari Wall Street dan bursa Asia-Pasifik.
  • Konflik Iran mendorong harga minyak Brent naik 3,54% ke USD 84,31 per barel, mempertebal sentimen risk-off global.
  • Tekanan jual masih mendominasi dengan 317–425 saham melemah di awal sesi perdagangan.

Mengacu data RTI hingga pukul 09.20 WIB, IHSG tergelincir 75,37 poin atau 0,98% ke level 7.635,17.

Indeks sempat menyentuh level tertinggi 7.700,32 dan terendah 7.604,29 pada awal sesi perdagangan.

Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 317–425 saham melemah, sementara hanya 148–187 saham yang menguat di awal perdagangan.

Nilai transaksi tercatat mencapai Rp1,057 triliun dengan volume 2,11 miliar saham pada awal sesi, dan bertambah menjadi Rp2,729 triliun dengan 5,828 miliar saham diperdagangkan hingga pukul 09.20 WIB.

Seluruh Indeks Utama Ikut Tertekan

Pelemahan IHSG sejalan dengan koreksi pada mayoritas indeks utama BEI secara bersamaan.

Indeks LQ45 turun 0,42% ke level 784,55, sementara Jakarta Islamic Index (JII) melemah 0,59% ke posisi 510,93.

Indeks KOMPAS100 ikut turun 0,47% ke level 1.071,65, dan Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) melemah 0,39% ke posisi 271,62.

Kapitalisasi pasar BEI berada di kisaran Rp13.625–13.668 triliun pada awal perdagangan hari ini.

Konflik Iran dan Wall Street Jadi Penekan Utama

Bursa saham Asia-Pasifik secara umum tertekan pada Jumat pagi, mengikuti penurunan Wall Street semalam akibat meningkatnya konflik Iran.

Dikutip dari CNBC, indeks Kospi Korea Selatan merosot 0,87%, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,24%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia terkoreksi 1,09%.

Harga minyak Brent berjangka naik 3,54% ke USD 84,31 per barel, sementara harga minyak WTI tercatat di USD 79,38 per barel, menurut data yang dikutip dari CNBC.

Ketidakpastian perdagangan global juga meningkat setelah jaksa agung dari 24 negara bagian AS kembali menggugat untuk memblokir rezim tarif Presiden Donald Trump.

Pelemahan ini terjadi setelah IHSG sempat rebound kuat pada Kamis (5/3/2026) sebesar 133,48 poin atau 1,76% ke posisi 7.710,54, didorong aksi bargain hunting pasca koreksi dalam sehari sebelumnya.

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim sebelumnya menyebut penguatan IHSG pada Kamis memang telah diperkirakan, namun tetap diwarnai profit taking pada saham-saham sektor migas yang sempat rally.


Referensi:

Featured Image: OpenAI