Mandiri Finansial – Fitch Ratings merevisi outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Rabu (4/3), meskipun peringkat Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating tetap dipertahankan di level BBB.
Key Takeaways:
- Outlook negatif mencerminkan kekhawatiran Fitch atas ketidakpastian arah kebijakan fiskal dan moneter Indonesia ke depan.
- Rencana revisi UU Keuangan Negara dan potensi pelonggaran batas defisit 3% menjadi faktor risiko utama yang disorot.
- Rasio penerimaan negara Indonesia diproyeksikan hanya 13,3% dari PDB, jauh di bawah median negara BBB sebesar 25,5%.
Revisi ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan yang dinilai Fitch berpotensi memengaruhi prospek fiskal jangka menengah, sentimen investor, dan ketahanan eksternal Indonesia.
Fitch menyatakan kekhawatiran utamanya berasal dari ambisi pemerintah mengejar target pertumbuhan 8% dan perluasan belanja sosial yang bisa mendorong pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter secara bersamaan.
Menurut laporan Fitch, rencana peninjauan UU Keuangan Negara yang masuk dalam prioritas legislasi 2026 menjadi sinyal awal yang mempertegas risiko tersebut.
Fitch memperkirakan defisit fiskal Indonesia akan mencapai 2,9% dari PDB pada 2026, lebih tinggi dari target pemerintah sebesar 2,7%.
Program Makan Bergizi Gratis turut menjadi perhatian, dengan estimasi biaya sekitar 1,3% dari PDB yang berpotensi memperlebar tekanan anggaran.
Danantara dan Risiko Transparansi Fiskal
Fitch mencatat Danantara berencana menginvestasikan sekitar 26 miliar dolar AS atau setara 1,7% dari PDB pada proyek hilirisasi mineral, energi, pangan, dan pertanian.
Namun, Fitch menilai ketidakpastian masih ada terkait apakah mandat Danantara akan diperluas ke aktivitas kuasi-fiskal berbasis leverage yang bisa menurunkan transparansi fiskal.
Pengalihan dividen BUMN sebesar 0,4% dari PDB ke Danantara juga disebut turut menekan penerimaan negara yang sudah dinilai lemah.
Faktor yang Masih Menopang Peringkat BBB
Meski outlooknya diturunkan, Fitch tetap mempertahankan peringkat BBB karena rasio utang pemerintah terhadap PDB yang diproyeksikan hanya 41% pada 2026, di bawah median BBB sebesar 57,3%.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia juga diproyeksikan stabil di kisaran 5% pada 2026 hingga 2027, dua kali lipat dari median negara berperingkat BBB.
Cadangan devisa Indonesia dinilai Fitch masih memadai untuk menutup sekitar lima bulan pembayaran transaksi berjalan.
Fitch menambahkan bahwa tata kelola Indonesia berada di persentil ke-44 berdasarkan indikator Bank Dunia, di bawah median negara BBB yang berada di persentil ke-56, yang menjadi salah satu faktor pembatas peringkat saat ini.
Referensi:
- Kumparan, Fitch Ratings Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Ini Catatannya. Diakses pada 4 Maret 2026.
- Kompas, Fitch Turunkan Outlook Indonesia ke Negatif, Ini Pertimbangannya. Diakses pada 4 Maret 2026.
- Antara News, Fitch Ratings revisi outlook peringkat utang RI jadi negatif. Diakses pada 4 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
