Mandiri Finansial – Iran resmi menutup Selat Hormuz pada akhir Februari 2026 menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Teheran pada Sabtu (28/02).
Penutupan ini langsung mengguncang pasar energi global dalam waktu kurang dari satu hari perdagangan.
Harga minyak mentah Brent melonjak tajam, dan analis memperkirakan harga bisa mendekati USD 100 per barel jika gangguan berlangsung lama, menurut laporan Kompas.com.
Bahkan sejumlah proyeksi lebih ekstrem menyebut angka USD 200 per barel jika jalur ini tidak segera dibuka kembali, sebagaimana dilaporkan Infobanknews.
Key Takeaways:
- Selat Hormuz ditutup sejak 28 Februari 2026, mengganggu sekitar 20% pasokan minyak dan LNG dunia.
- Biaya pengiriman minyak dari Timur Tengah ke China melonjak ke rekor tertinggi, mencapai USD 424.000 per hari untuk satu kapal VLCC.
- Indonesia berpotensi terdampak lewat kenaikan harga minyak mentah dan LPG impor.
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab, dan menjadi satu-satunya pintu keluar minyak dari Arab Saudi, UEA, Kuwait, Irak, hingga Qatar ke pasar global.
Sekitar 20 juta barel minyak per hari melintas di jalur ini, setara dengan 20% konsumsi minyak dunia, berdasarkan data dari Kompas.com.
Biaya Pengiriman Cetak Rekor
Biaya pengangkutan minyak mentah dari Timur Tengah ke China melonjak ke level tertinggi yang pernah tercatat, menurut data Baltic Exchange di London dilansir Kumparan.
Pendapatan dari rute patokan industri ini naik menjadi USD 424.000 per hari untuk kapal pengangkut minyak berkapasitas dua juta barel.
Biaya pemesanan kapal tanker dari Pantai Teluk AS ke China juga menembus rekor di atas USD 21 juta untuk satu perjalanan penuh.
Perusahaan tanker Korea Selatan, Sinokor, dilaporkan meminta tarif 700 poin Worldscale untuk rute Timur Tengah ke China, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding Jumat pekan sebelumnya, berdasarkan laporan Kumparan.
Implikasi bagi Indonesia
Indonesia sebagai negara pengimpor minyak mentah dan LPG termasuk yang paling rentan terhadap lonjakan harga energi global ini, menurut analisis Kompas.com.
Gangguan di Selat Hormuz berpotensi mendorong kenaikan harga BBM dan LPG dalam negeri jika kondisi berlangsung lebih dari beberapa pekan.
Para pedagang dan pelaku pasar kini menunggu perkembangan selanjutnya di jalur perairan yang menangani sekitar seperlima minyak dan LNG dunia tersebut.
Referensi:
- Kompas, Selat Hormuz Resmi Ditutup, Apa Dampaknya bagi Indonesia?. Diakses pada 3 Maret 2026.
- infobanknews, Iran Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Berpotensi Tembus USD200 per Barel. Diakses pada 3 Maret 2026.
- Kumparan, Biaya Pengiriman Minyak Melonjak karena Konflik Iran Mencekik Selat Hormuz. Diakses pada 3 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
