Mandiri Finansial – Harga emas Antam terkoreksi pada Selasa (3/3/2026) meski emas dunia sedang menguat akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.

Menurut data laman resmi Logam Mulia pukul 08.30 WIB, harga emas Antam berada di level Rp 3.122.000 per gram.

Angka tersebut turun Rp 13.000 dari posisi Rp 3.135.000 per gram pada Senin (2/3/2026).

Harga buyback atau pembelian kembali oleh Antam juga ikut melemah sebesar Rp 13.000 menjadi Rp 2.901.000 per gram.


Key Takeaways:

  • Harga emas Antam turun Rp 13.000 ke Rp 3.122.000 per gram pada Selasa (3/3), berlawanan arah dengan emas dunia yang menguat.
  • Emas dunia naik 0,4% ke level 5.297,31 dollar AS per ons, didorong eskalasi konflik militer AS-Israel-Iran di Timur Tengah.
  • Penurunan harga Antam kemungkinan besar dipicu faktor internal seperti penyesuaian harga harian atau strategi perdagangan Antam.

Kondisi ini kontras dengan pergerakan emas di pasar global yang justru menguat pada sesi yang sama.

Mengutip Reuters, harga emas spot di pasar global pada akhir perdagangan Senin (2/3/2026) waktu setempat naik 0,4% menjadi 5.297,31 dollar AS per ons.

Dengan asumsi kurs Rp 16.500, angka tersebut setara sekitar Rp 87.405.615 per ons.

Sementara itu, kontrak emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat lebih signifikan, yakni 1,2% ke level 5.311,60 dollar AS per ons.

Konflik Timur Tengah Jadi Pendorong Utama

Penguatan emas global terjadi di tengah meluasnya perang udara antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.

Direktur perdagangan logam High Ridge Futures, David Meger, menyebut ketidakpastian arah eskalasi konflik menjadi faktor utama yang menopang harga emas global.

Menurut Bloomberg Technoz, perbedaan arah harga emas Antam dan emas dunia kemungkinan disebabkan faktor internal seperti penyesuaian harga harian atau strategi perdagangan Antam.

Tren Emas Global Masih Kuat di 2026

Sepanjang tahun ini, harga emas dunia telah naik hampir 23% dan sempat mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di level 5.594,82 dollar AS per ons pada 29 Januari.

Analis SP Angel menyebut fragmentasi geopolitik mendorong bank sentral negara-negara BRICS beralih dari aset berdenominasi dollar ke emas, dan tren ini diperkirakan masih akan berlanjut.

BNP Paribas juga memperkirakan permintaan investasi emas fisik akan menjadi pendorong utama pergerakan harga emas sepanjang 2026.


Referensi:

Featured Image: OpenAI