Mandiri Finansial – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat surplus neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 hanya mencapai US$950 juta, jauh menyempit dibanding Desember 2025 sebesar US$2,51 miliar dan Januari 2025 yang mencapai US$3,49 miliar.


Key Takeaways:

  • Impor melonjak 18,21% secara tahunan menjadi US$21,20 miliar, jauh melampaui pertumbuhan ekspor sebesar 3,39%.
  • Surplus nonmigas sebesar US$3,22 miliar tertahan oleh defisit migas US$2,27 miliar.
  • Indonesia surplus terbesar dengan AS dan India, namun defisit terdalam masih dengan Tiongkok sebesar US$2,47 miliar.

Meskipun menyempit tajam, surplus ini menandai kelanjutan tren positif selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020, menurut laporan BPS yang disampaikan Senin (2/3/2026).

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menyebut surplus ditopang utamanya oleh kinerja nonmigas sebesar US$3,22 miliar.

Komoditas penyumbang surplus nonmigas meliputi lemak dan minyak hewani atau nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

Di sisi lain, neraca migas mencatatkan defisit US$2,27 miliar akibat tingginya impor minyak mentah, hasil minyak, dan gas.

Impor Barang Modal Melonjak Tajam

Nilai impor Indonesia pada Januari 2026 tercatat sebesar US$21,20 miliar, naik 18,21% secara tahunan.

Impor barang modal menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, melonjak 35,23% secara tahunan menjadi US$4,49 miliar.

Impor bahan baku dan penolong juga naik 14,67% secara tahunan menjadi US$14,88 miliar, menurut data BPS.

Tiongkok masih mendominasi sebagai sumber impor terbesar dengan nilai US$7,89 miliar atau 43,75% dari total impor nonmigas, diikuti Australia dan Jepang.

Surplus Terbesar dari AS, Defisit Terdalam dari Tiongkok

Ekspor Indonesia pada Januari 2026 tumbuh 3,39% secara tahunan menjadi US$22,16 miliar, dengan industri pengolahan sebagai tulang punggung senilai US$18,51 miliar.

Ateng menyebut pertumbuhan ekspor didorong oleh CPO, nikel, besi dan baja, semikonduktor, serta kendaraan bermotor roda empat atau lebih.

Surplus terbesar tercatat dalam perdagangan dengan Amerika Serikat sebesar US$1,55 miliar, diikuti India US$1,07 miliar, dan Filipina US$690 juta.

Sebaliknya, defisit perdagangan terdalam masih terjadi dengan Tiongkok mencapai US$2,47 miliar, disusul Australia US$0,96 miliar, dan Prancis US$0,47 miliar.


Referensi:

Featured Image: OpenAI