Mandiri Finansial – Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS) masih tertahan di Teluk Persia akibat penutupan Selat Hormuz di tengah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran yang terus meningkat.

Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita mengonfirmasi dua kapal yang terdampak adalah Pertamina Pride dan Gamsunoro.


Key Takeaways:

  • Pertamina Pride mengangkut minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri dengan tujuan akhir Pelabuhan Cilacap.
  • Impor minyak dari Timur Tengah menyumbang sekitar 19% dari total kebutuhan energi nasional Indonesia.
  • Pemerintah menyatakan proses negosiasi masih berlangsung dan stok minyak dalam negeri diklaim aman.

Menurut keterangan Vega, Gamsunoro mengangkut kargo milik konsumen pihak ketiga, sementara Pertamina Pride sedang dalam misi mengangkut pasokan minyak mentah atau light crude oil untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Data pelacakan dari platform maritim MarineTraffic menunjukkan Gamsunoro berstatus moored atau bersandar dengan tujuan tercatat menuju Khor Al Zubair, Irak.

Sementara itu, Pertamina Pride tercatat berstatus at anchor atau berlabuh dengan tujuan pelayaran menuju Pelabuhan Cilacap, Jawa Tengah, dan estimasi kedatangan pada 2 April 2026 pukul 16.00 WIB.

Negosiasi Masih Berlangsung

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan kondisi kapal dalam keadaan aman dan proses penyelesaian sedang berjalan melalui jalur negosiasi.

“Dua kapal tetapi sudah lah, itu masih dalam negosiasi kok. Insyaallah sebentar lagi selesai, doakan ya,” ujar Bahlil dikutip Rabu (11/3/2026).

Vice President Corporate Communication PT Pertamina Muhammad Baron menyatakan pihaknya terus memantau perkembangan situasi di lapangan, terutama menyangkut keselamatan awak kapal serta keamanan aset perusahaan.

Baron menambahkan manajemen Pertamina melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Kementerian Luar Negeri.

Eskalasi Konflik dan Dampak Pasokan Energi

Situasi di Selat Hormuz semakin memanas setelah Komando Pusat AS mengklaim telah menyerang 16 kapal penebar ranjau milik Iran yang beroperasi di sekitar jalur pelayaran tersebut.

Menurut laporan dari Tirto yang mengutip BBC, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine menyatakan serangan rudal balistik Iran kini sekitar 90% lebih rendah dibandingkan awal konflik.

Impor minyak Indonesia dari kawasan Timur Tengah menyumbang sekitar 19% dari total kebutuhan nasional, menurut keterangan Baron dari Pertamina.

Di tengah situasi tersebut, Badan Energi Internasional menggelar pertemuan kedua dengan negara-negara G7 untuk membahas langkah menstabilkan pasar minyak global, termasuk opsi pelepasan jutaan barel dari cadangan strategis negara-negara anggota.

Pertamina memastikan stok minyak di dalam negeri masih dalam kondisi aman dan telah menyiapkan sistem untuk memenuhi kebutuhan energi nasional di tengah ketidakpastian geopolitik ini.


Referensi:

Featured Image: OpenAI