PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) mencatat penurunan laba bersih yang signifikan sepanjang 2025, mencerminkan tekanan berlapis pada sektor batu bara thermal di tengah kondisi pasar yang melemah.

Menurut laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 67,55% menjadi USD 447,69 juta pada 2025 dari USD 1,38 miliar pada 2024.


Key Takeaways:

  • Laba bersih ADRO anjlok 68% menjadi USD 448 juta pada 2025, tertekan oleh pelemahan harga batu bara dan dampak spin off AADI.
  • Pendapatan usaha ADRO turun sekitar 10% menjadi USD 1,87 miliar, sementara beban pokok pendapatan justru naik 2,67%.
  • ADRO tetap membagikan dividen interim Rp 145 per saham, dengan total nilai Rp 4,18 triliun untuk tahun buku 2025.

Pendapatan usaha ADRO tercatat sebesar USD 1,87 miliar sepanjang 2025, turun 9,86% dibandingkan USD 2,07 miliar pada 2024, mengutip laporan keuangan perseroan yang ditulis Minggu (8/3/2026).

Tekanan pada sisi pendapatan diperparah oleh kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 2,67% menjadi USD 1,23 miliar, padahal pendapatan justru menyusut.

Akibatnya, laba bruto terpangkas 27,15% menjadi USD 636,63 juta, sementara margin laba bruto turun tajam dari 42% pada 2024 menjadi 34% pada 2025, berdasarkan data dari IDX Channel.

Dampak Spin Off AADI dan Efisiensi Biaya

Menurut IDX Channel, penurunan tajam pada laba bersih juga mencerminkan dampak pemisahan unit atau spin off PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) dari struktur bisnis ADRO.

EBITDA perseroan tercatat turun 19% dari USD 986 juta pada 2024 menjadi USD 799 juta pada 2025, meski efisiensi operasional terus dilakukan.

Beban usaha berhasil ditekan 24% menjadi USD 107,14 juta, namun penurunan tersebut tidak cukup untuk mengompensasi tekanan pada sisi pendapatan.

Laba usaha ADRO tercatat sebesar USD 517,57 juta pada 2025, melemah 27,24% dari USD 711,40 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Posisi Keuangan dan Komitmen Dividen

Total liabilitas perseroan naik 36,10% menjadi USD 1,81 miliar pada 2025 dari USD 1,33 miliar pada 2024, sementara total ekuitas turun 6,8% menjadi USD 5 miliar.

Kas dan setara kas perseroan juga menyusut menjadi USD 1,04 miliar pada 2025 dari USD 1,40 miliar pada tahun sebelumnya.

Meski kinerja melemah, ADRO tetap mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 145 per saham, dengan total nilai Rp 4,18 triliun untuk 28,8 miliar saham.

Pembagian dividen interim tersebut diputuskan berdasarkan data keuangan per 30 September 2025, dengan laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk sebesar USD 301,58 juta pada periode itu, mengutip keterbukaan informasi BEI.


Referensi:

Featured Image: OpenAI