Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat tujuh perusahaan sedang antre melakukan initial public offering (IPO) per 6 Maret 2026, meski belum satu pun yang resmi tercatat sepanjang tahun ini.
Key Takeaways:
- Enam dari tujuh perusahaan dalam pipeline IPO BEI memiliki aset di atas Rp 250 miliar.
- Sektor keuangan mendominasi dengan tiga perusahaan, diikuti transportasi, energi, kesehatan, dan konsumer.
- Jumlah emiten BEI masih tetap di angka 956 perusahaan hingga 6 Maret 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengonfirmasi kondisi pipeline tersebut dalam keterangan resminya.
Nyoman menjelaskan bahwa enam perusahaan masuk kategori aset skala besar sesuai POJK Nomor 53/POJK.04/2017, yakni perusahaan dengan total aset di atas Rp 250 miliar.
Satu perusahaan lainnya masuk kategori aset skala menengah, dengan total aset antara Rp 50 miliar hingga Rp 250 miliar.
Dari sisi sektor, tiga perusahaan berasal dari sektor keuangan dan satu dari sektor transportasi dan logistik.
Masing-masing satu perusahaan juga berasal dari sektor barang konsumen primer, sektor energi, dan sektor kesehatan.
Pipeline EBUS dan Rights Issue Tetap Aktif
BEI mencatat 37 emisi dari 26 penerbit Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 41,41 triliun hingga 6 Maret 2026.
Selain itu, terdapat 20 emisi dari 13 penerbit EBUS yang masih berada dalam pipeline penerbitan instrumen tersebut.
Untuk aksi rights issue, tiga perusahaan telah menyelesaikan aksi korporasi itu dengan total nilai Rp 3,75 triliun.
Satu perusahaan lain dari sektor properti dan real estate masih dalam antrean untuk melaksanakan rights issue.
Kondisi pasar secara umum masih dipengaruhi tekanan eksternal, dengan IHSG tercatat turun 7,89% dalam sepekan menjadi 7.585,68 per penutupan Jumat (6/3/2026), menurut data BEI yang dikutip Liputan6.
Referensi:
- Berita Satu, 6 Perusahaan Besar Antre IPO di BEI, Ini Rinciannya. Diakses pada 8 Maret 2026.
- Liputan6, 7 Perusahaan Proses IPO di BEI, Mayoritas Beraset Jumbo. Diakses pada 8 Maret 2026.
Featured Image: OpenAI
