Mandiri Finansial – Harga minyak dunia melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari dua tahun pada perdagangan Jumat (6/3/2026), dipicu peringatan dari Menteri Energi Qatar atas risiko gangguan pasokan energi di kawasan Teluk akibat konflik Timur Tengah yang terus berkembang.


Key Takeaways:

  • Minyak mentah Brent ditutup di USD92,69 per barel, naik 8,52% dalam sehari dan 27% dalam sepekan.
  • Menkeu Purbaya memproyeksikan defisit APBN bisa melebar ke 3,6%–3,7% PDB jika harga minyak bertahan di level USD92 per barel.
  • CEO QatarEnergy memperingatkan harga minyak bisa menembus USD150 per barel jika konflik dengan Iran terus berlanjut.

Mengutip data dari IDX Channel, minyak mentah Brent ditutup di level USD92,69 per barel, naik 8,52%, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melonjak 12,21% ke USD90,90 per barel pada Jumat (6/3/2026).

Dalam sepekan, WTI melesat 35,63% dan Brent naik 27%, mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak pandemi Covid-19 pada 2020.

Dikutip dari Kompas.com, Menteri Energi Qatar sekaligus CEO QatarEnergy, Saad al-Kaabi, memperingatkan bahwa konflik di Timur Tengah berisiko menghentikan produksi minyak dan gas di kawasan Teluk dalam beberapa hari ke depan.

Al-Kaabi bahkan memproyeksikan harga minyak dapat melonjak hingga USD150 per barel apabila konflik dengan Iran berlanjut dalam beberapa minggu ke depan.

Dampak ke APBN dan Pasar Domestik

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pemerintah telah melakukan simulasi risiko terhadap APBN 2026 akibat lonjakan harga minyak ini, menurut laporan Bloomberg Technoz.

Dari hasil simulasi tersebut, harga minyak di level USD92 per barel berpotensi memperlebar defisit APBN menjadi 3,6%–3,7% terhadap PDB, melampaui batas aman fiskal yang selama ini dijaga pemerintah.

Purbaya menyatakan pemerintah akan menyiapkan langkah mitigasi, salah satunya melalui penghematan belanja negara di pos-pos yang dampaknya relatif kecil terhadap perekonomian.

Saham Migas Menguat, IHSG Tertahan

Di pasar saham domestik, lonjakan harga minyak memberikan sentimen positif bagi sektor energi, namun penguatannya tertahan oleh tekanan tajam pada IHSG sepanjang pekan ini, mengutip laporan IDX Channel.

Saham PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX) memimpin kenaikan dengan lonjakan 11,54% dalam sepekan ke Rp232 per unit, diikuti PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS) yang menguat 8,06% ke Rp268 per unit.

Mengutip BBC via Kompas.com, lonjakan harga minyak dan gas memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi di sejumlah ekonomi besar seperti Inggris dan Amerika Serikat, dua negara yang sebelumnya sedang mencatat tren penurunan inflasi.


Referensi:

Featured Image: OpenAI